kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Siam Cement Group (SCG) melirik limbah plastik untuk aspal


Selasa, 10 Juli 2018 / 11:20 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Perusahaan semen asal Thailand Siam Cement Group (SCG) mulai melirik pemanfaatan plastik daur ulang untuk jalan raya. SCG menggandeng perusahaan kimia Dow Thailand Group untuk proyek di negeri Gajah Putih itu.

Sebenarnya, SCG bersama Dow telah menguji coba penggunaan plastik untuk campuran aspal pertama kali di Indonesia. Tepatnya untuk jalan sepanjang hampir dua kilometer (km) dengan memanfaatkan 3,5 ton sampah plastik di Depok.

Tak hanya itu, lebih dari 100 metrik ton plastik daur ulang diubah menjadi jalan yang membentang sepanjang 40 km di kota Pune dan Bangalore, India. "Kolaborasi kami dengan SCG di seluruh industri untuk menghasilkan sesuatu yang baik bagi masyarakat maupun lingkungan," kata Chatchai Luanpolcharoenchai, Presiden Group Dow Thailand di sela-sela Sustainable Development Symposium 2018, Senin (9/7).

Asal tahu, Thailand berada pada peringkat 6 dari 192 negara yang memiliki sampah terbanyak di perairan laut. Menurut Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir, ada sekitar 11,5 juta ton sampah di 23 provinsi pesisir dan 1,5 juta di antaranya terdiri dari sampah plastik.

"SCG telah bermitra dengan organisasi lokal dan internasional untuk memberikan nilai tambah bagi limbah plastik. Inovasi jalan berbasis plastik daur ulang ini ramah lingkungan dan benar-benar akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×