Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ethica Industri Farmasi (EIF) mempercepat ekspansi fasilitas produksinya seiring meningkatnya permintaan obat injeksi steril, khususnya dari rumah sakit.
Perusahaan farmasi yang berada di bawah naungan PYFA ini telah menyelesaikan pembangunan lini produksi terbaru, Line 3, yang dijadwalkan diresmikan pada April 2026.
Pembangunan Line 3 dimulai pada September 2024 dan rampung dalam waktu sekitar 1,5 tahun. Saat ini, kapasitas produksi lini tersebut telah terisi penuh.
Baca Juga: Kemenperin Mendorong Industri Farmasi dan Kosmetik Agar Bisa Mandiri Berkelanjutan
Kondisi ini mendorong perseroan untuk mempercepat pembangunan lini produksi lanjutan, yakni Line 4, Line 5, dan Line 6, guna menjaga kesinambungan pasokan dan kapasitas manufaktur.
Kehadiran Line 3 ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas produksi hingga tiga kali lipat sekaligus memperkuat kemampuan perseroan dalam memproduksi sediaan steril.
Peningkatan kapasitas ini dinilai krusial di tengah kebutuhan pasar yang terus tumbuh, baik di dalam negeri maupun kawasan regional.
Sejalan dengan itu, EIF tengah menggarap pembangunan Line 4 dan Line 5 yang akan mengadopsi teknologi terbaru dalam produksi obat steril.
Kedua lini tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses sekaligus menjaga konsistensi kualitas dan keamanan produk.
Baca Juga: Peluang Industri Farmasi dari Program Pemerintah
Seluruh fasilitas baru ini disiapkan agar memenuhi standar current Good Manufacturing Practices (cGMP) Indonesia dan internasional, termasuk PIC/S, European Union Good Manufacturing Practices (EU GMP), serta standar Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia.
Setelah Line 4 dan Line 5 rampung, perusahaan juga merencanakan pembangunan Line 6 sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas manufaktur jangka panjang. Langkah ini mencerminkan upaya perseroan untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan obat-obatan steril yang berkelanjutan.
Secara industri, pasar global sterile injectable diproyeksikan terus tumbuh signifikan. Nilai pasar diperkirakan mencapai sekitar USD 4,9 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat hingga hampir USD 9,9 miliar pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 8%.
Baca Juga: Pyridam Farma (PYFA) Pastikan Produk Ethica Farma Telah Kantongi Sertifikat Halal
Kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu motor utama pertumbuhan, didorong oleh peningkatan belanja kesehatan, ekspansi fasilitas layanan medis, serta kebutuhan yang semakin besar terhadap produk injeksi dan sediaan steril.
Direktur PYFA, Bejo Stefanus, menyatakan pengembangan fasilitas produksi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga daya saing.
“Penyelesaian Line 3 menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas. Penerapan teknologi di Line 4 dan Line 5 diarahkan untuk memperkuat kualitas dan keamanan produk. Selanjutnya, pembangunan Line 6 akan mendukung penguatan kapasitas manufaktur secara berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (3/3/2026).
Dengan penambahan dan pengembangan lini produksi tersebut, kapabilitas manufaktur Ethica Industri Farmasi diperkirakan semakin solid.
Baca Juga: Industri Farmasi Wanti-Wanti Dampak Setop Impor Garam
Ekspansi ini sekaligus mempertegas posisi PYFA dalam menghadapi persaingan industri farmasi steril yang kian ketat, baik di pasar regional maupun global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













