kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Transaksi online di China 3x APBN Indonesia


Jumat, 06 Maret 2015 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah mengumumkan nama baru untuk kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). KCJB kini resmi diberi nama Whoosh. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah targetkan pembentukan roadmap atau peta jalan untuk sektor perdagangan elektronik atau e-commerce. Road map tersebut ditargetkan selesai dirumuskan dalam tiga hingga enam bulan kedepan. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, dalam roadmap tersebut akan diputuskan arah kebijakan terkait dengan e-commerce di dalam negeri. Menurutnya selama ini, Indonesia cukup tertinggal dengan negara lain seperti Cina di sektor e-commerce tersebut.

Dalam catatan Rudiantara, di negeri Tirai Bambu, nilai transaksi dari kegiatan e-commerce tahun 2014 lalu mencapai lebih dari US$ 400 miliar. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Didalam negeri sendiri, menurut Rudiantara nilai transaksi e-commerce pada tahun lalu cukup baik yakni dikisaran US$ 12 miliar, atau sekitar Rp 150 triliun. Oleh sebab itu, dengan adanya read map ini diharapkan nilai transaksi penerimaan dari sektor e-commerce tersebut dapat digenjot dan lebih ditingkatkan lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×