kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Transformasi hingga Penguatan Tata Kelola Menjadi Kunci Kemajuan BUMD


Selasa, 14 April 2026 / 16:40 WIB
Transformasi hingga Penguatan Tata Kelola Menjadi Kunci Kemajuan BUMD
ILUSTRASI. Transformasi hingga Penguatan Tata Kelola Menjadi Kunci Kemajuan BUMD (Dok. BUMD/BUMD)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan menyatakan telah terjadi pergeseran paradigma, dimana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak lagi sekadar berorientasi pada keuntungan, melainkan juga berperan sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

“BUMD hari ini dituntut tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, serta menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik,” ujar mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri tersebut.

Lebih lanjut, Djohermansyah mengatakan ada sejumlah temuan strategis yang mencerminkan perkembangan signifikan sektor BUMD di Indonesia.

Temuan pertama, menunjukkan bahwa inovasi kini telah menjadi arus utama dalam pengelolaan BUMD. Mayoritas peserta memperlihatkan peningkatan kinerja yang signifikan, baik dari sisi operasional, layanan publik, maupun kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Baca Juga: Aprisindo: RI Produsen Alas Kaki Terbesar Ketiga Dunia, Ekspor Tembus 601 Juta Pasang

“Banyak BUMD yang berhasil naik kelas, dari sebelumnya berada pada kategori menengah menjadi entitas dengan performa unggul. Ini menunjukkan adanya transformasi nyata yang didorong oleh inovasi yang berkelanjutan,” jelas Djohermansyah.

Inovasi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pengembangan produk atau layanan, tetapi juga mencakup efisiensi operasional, penguatan model bisnis, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Hal ini menjadi indikator bahwa BUMD semakin adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Temuan strategis kedua, adalah percepatan transformasi digital, khususnya di sektor BLUD seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital di sektor kesehatan daerah mengalami perkembangan yang sangat signifikan.

Djohermansyah mengungkapkan bahwa sejumlah RSUD telah mampu menghadirkan layanan yang kompetitif, bahkan setara dengan rumah sakit swasta maupun bertaraf internasional.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kami melihat banyak RSUD yang sudah mengintegrasikan sistem layanan berbasis digital, mulai dari rekam medis elektronik, sistem antrean online, hingga layanan telemedicine,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan rumah sakit. Digitalisasi juga membuka peluang bagi peningkatan akses layanan kesehatan, terutama di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan fasilitas.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Industri Keramik Dalam Negeri Masih Aman

Temuan ketiga, yang tidak kalah penting adalah adanya korelasi kuat antara komitmen kepala daerah dengan kinerja BUMD. BUMD yang mendapatkan dukungan aktif dari pemerintah daerah cenderung menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan yang tidak.

“Peran kepala daerah sebagai pembina sangat menentukan arah dan keberhasilan BUMD. Ketika ada komitmen yang kuat, dukungan kebijakan, serta fasilitasi yang tepat, maka BUMD dapat berkembang secara optimal,” kata Djohermansyah.

Dukungan tersebut dapat berupa penyediaan regulasi yang kondusif, penguatan permodalan, pembinaan manajerial, hingga pengawasan yang efektif.

Meskipun mencatat berbagai capaian positif, menurut Djohermansyah, ada sejumlah area yang masih perlu menjadi perhatian bersama untuk mendorong BUMD yang lebih profesional dan berdaya saing.

Pertama, peningkatan kualitas tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Djohermansyah menekankan pentingnya penguatan kompetensi Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas sebagai pilar utama dalam sistem pengawasan BUMD.

“Kualitas tata kelola sangat ditentukan oleh kapasitas dan integritas pengawas. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Kedua, transformasi digital yang lebih terarah dan terintegrasi. Meskipun banyak BUMD telah memulai digitalisasi, namun masih diperlukan roadmap yang jelas, pengelolaan data yang baik, serta penguatan aspek keamanan siber.

Selain itu, adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di masa depan.

Ketiga, penguatan peran pemerintah daerah dalam pembinaan dan fasilitasi BUMD secara strategis dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemilik, tetapi juga sebagai enabler yang mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan BUMD.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2026, M. Lutfi Handayani  menyampaikan pihaknya meyakini bahwa BUMD yang hebat tidak lahir dari kompetisi semata, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, berbenah, dan bertransformasi. Karena itu, Top BUMD Awards hadir sebagai platform pembelajaran bersama”.

Lebih lanjut, Lutfi menegaskan bahwa BUMD harus menjadi kebanggaan daerah dan bangsa, serta mampu menjadi pemain utama dalam perekonomian daerah.

Ajang penghargaan bergengsi Top BUMD Awards 2026 digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja BUMD dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terbaik di Indonesia. Tahun ini, sebanyak hampir 250 BUMD dan BLUD terbaik dari seluruh Indonesia mengikuti proses penilaian yang ketat dan komprehensif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×