Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) disiapkan untuk memperluas cakupan bisnis ke sektor transportasi laut dan udara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat konektivitas antarmoda di ibu kota.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung rencana pengembangan konektivitas yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta tersebut. Menurutnya, pengembangan layanan lintas moda menunjukkan adanya dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan mobilitas masyarakat.
"Bagi kami itu berarti menunjukkan adanya dukungan dari pemerintah daerah terhadap bagaimana membuat konektivitas dengan baik," ujar Dudy pada lokakarya forum wartawan perhubungan, dikutip Minggu (3/10/2026).
Baca Juga: Kemenhub Kejar Zero ODOL, Pengawasan Angkutan Barang Diperketat
Dudy mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terbuka untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan memperkuat konektivitas dan pelayanan transportasi.
Menurut dia, dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada DKI Jakarta. Pemerintah daerah di provinsi lain yang memiliki rencana pengembangan konektivitas juga dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat.
"Tidak hanya di DKI Jakarta saja, tetapi di provinsi lain apabila pemerintah daerahnya punya keinginan untuk membuat sebuah kebijakan yang berkaitan dengan konektivitas, pasti kami akan dukung," katanya.
Pengembangan konektivitas antarmoda tersebut, lanjut Dudy, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan transportasi.
Kerja sama dapat dilakukan dengan badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di sektor transportasi.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menghubungkan berbagai moda transportasi sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih terintegrasi.
Rencana perluasan bisnis Transjakarta ke sektor laut dan udara juga akan menambah cakupan layanan perusahaan transportasi milik Pemprov DKI Jakarta tersebut di luar layanan bus yang selama ini menjadi bisnis utamanya.
Baca Juga: IEU-CEPA Berpotensi Buka Investasi Eropa ke Sektor PLTS Indonesia
Dudy menjelaskan, pengembangan sistem transportasi terintegrasi pada akhirnya harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Integrasi antarmoda diharapkan dapat memudahkan masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya.
"Yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terpenuhi dengan sistem transportasi antarmoda yang semakin terhubung," ujar Dudy.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan konsep transportasi udara untuk menghadapi kebutuhan Jakarta dalam jangka panjang.
Menurut Pramono, perkembangan Jakarta sebagai kota megapolitan pada akhirnya akan membutuhkan pilihan moda transportasi yang lebih beragam.
“Jakarta terus berkembang sebagai kota megapolitan. Karena itu, persiapan untuk transportasi udara perlu dilakukan sejak sekarang sebagai bagian dari kebutuhan jangka panjang,” kata Pramono kepada media, Jumat (2/10/2026).
Pramono menyebut perkembangan transportasi udara perkotaan telah menjadi perhatian di sejumlah kota besar dunia. Hal tersebut menjadi salah satu referensi bagi Pemprov DKI dalam menyiapkan konsep serupa untuk Jakarta.
Baca Juga: Kemenhub Siapkan Stimulus PPN untuk Tekan Harga Tiket Pesawat Nataru
Rencana pengembangan tersebut akan diarahkan melalui PT Transportasi Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan transportasi ibu kota.
Bagi pemerintah, penguatan konektivitas antarmoda juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














