kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

IEU-CEPA Berpotensi Buka Investasi Eropa ke Sektor PLTS Indonesia


Minggu, 04 Oktober 2026 / 10:59 WIB
IEU-CEPA Berpotensi Buka Investasi Eropa ke Sektor PLTS Indonesia
ILUSTRASI. ilustrasi PLTS (KONTAN/Filemon Hadiwardoyo)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menilai kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat menjadi katalis masuknya investasi Eropa ke sektor energi terbarukan Indonesia, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tengah program PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang tengah digenjot pemerintah.

Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menjelaskan, peluang tersebut semakin besar mengingat Eropa memiliki ketersediaan modal hijau jangka panjang atau patient capital yang besar.

Penurunan tarif barang modal hijau hingga 0% melalui IEU-CEPA, lanjutnya, juga berpotensi menekan biaya investasi proyek energi terbarukan.

Baca Juga: Kemenhub Siapkan Stimulus PPN untuk Tekan Harga Tiket Pesawat Nataru

"Penurunan tarif tersebut dapat menurunkan capital expenditure (capex), terutama untuk komponen teknologi tinggi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri," katanya kepada Kontan, Jumat (2/10/2026).

Selain itu, IEU-CEPA dianggap memberikan kepastian hukum lintas batas yang lebih kuat bagi masuknya foreign direct investment (FDI).

Menurut Mada, investor Eropa juga memiliki mandat yang kuat dalam mendorong transisi energi. Dengan kesiapan ekosistem proyek di Indonesia, sektor ini berpeluang menjadi salah satu portofolio investasi yang menarik bagi fund manager Eropa di Asia Tenggara.

Mada menambahkan, masuknya investasi Eropa juga dapat mendorong peningkatan kualitas dan keandalan sistem PLTS di Indonesia.

Investor Eropa dinilai membawa standar teknologi dan aspek keberlanjutan yang tinggi sehingga berpotensi mempercepat transfer teknologi.

Sejumlah teknologi yang berpeluang berkembang antara lain Battery Energy Storage System (BESS), modernisasi jaringan melalui smart grid, serta integrasi sistem yang memungkinkan PLTS beroperasi secara hibrida.

"Investasi ini bisa mengakselerasi transfer teknologi di komponen yang saat ini masih menjadi bottleneck di Indonesia," kata Mada.

Baca Juga: Sisa Kuota Internet Tak Bisa Hangus? Ini Temuan Kemkomdigi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×