kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Tren AMDK Ramadan 2026: Botol Kecil dan Pertumbuhan Positif Industri


Kamis, 12 Maret 2026 / 15:37 WIB
Tren AMDK Ramadan 2026: Botol Kecil dan Pertumbuhan Positif Industri
ILUSTRASI. AMDK - kontan kilas online (FREEPIK/KILAS)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan air mineral dalam kemasan (AMDK) diperkirakan akan meningkat signifikan selama momen Ramadan hingga libur Lebaran 2026.

Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) memproyeksikan, tren penjualan AMDK akan naik hingga 20% pada periode Ramadan hingga libur Lebaran, terutama untuk kemasan botol kecil 220 ml–600 ml yang banyak digunakan untuk konsumsi di luar rumah.

Baca Juga: AMDATARA: Tren Penjualan Air Minum Kemasan Meningkat 20% saat Ramadan

“Secara umum, permintaan AMDK pada periode Ramadan diproyeksikan naik sekitar 15%–20%, terutama untuk kemasan botol kecil,” ujar Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, kepada Kontan.co.id, Kamis (12/3/2026).

Karyanto menambahkan, secara keseluruhan, industri AMDK pada 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan proyeksi kenaikan sekitar 5%–6%, meskipun menghadapi sejumlah tantangan ekonomi, termasuk kenaikan harga bahan baku yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global seperti konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan tahun 2025, penjualan eceran ritel selama Ramadan 2026 diperkirakan sedikit menurun.

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Tambahan Anggaran Subsidi Energi, Ini Respons Kemenkeu

“Penjualan eceran ritel selama Ramadan 2026 diperkirakan lebih rendah secara year-on-year (YoY) dibandingkan Ramadan 2025,” ungkap Karyanto.

Penurunan ini menurutnya disebabkan oleh pelemahan daya beli masyarakat akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan stagnasi pendapatan, sehingga konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×