kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

FHI2026 Soroti Peran Solusi Pengemasan dalam Industri F&B lewat ProPak Indonesia 2026


Selasa, 21 Juli 2026 / 20:49 WIB
FHI2026 Soroti Peran Solusi Pengemasan dalam Industri F&B lewat ProPak Indonesia 2026
ILUSTRASI. FHI 2026 Soroti Peran Solusi Pengemasan dalam Industri F&B melalui ProPak Indonesia 2026 (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pamerindo Indonesia menyelenggarakan pameran ProPak Indonesia 2026 sebagai bagian dari pameran dagang internasional Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, selama 21-24 Juli 2026.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie mengatakan ProPak Indonesia 2026 hadir untuk memperkuat inovasi teknologi proses (processing) dan kemasan (packaging) dengan industri makanan, minuman, dan hospitality.

Berlangsung di Hall A1 JIEXPO Kemayoran, ProPak Indonesia 2026 menghadirkan 70 perusahaan peserta pameran dari 7 negara. Meysia memproyeksikan ProPak Indonesia 2026 mampu menggaet 6.300 pengunjung profesional.

Dia menyebut, kehadiran gelaran ini melengkapi rantai nilai industri yang lebih menyeluruh, mulai dari pengolahan, produksi, hingga pengemasan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan pasar.

Baca Juga: Menekraf Dorong UMKM Perkuat Keberlanjutan Usaha melalui Gelaran FHI 2026

"Perubahan industri yang cepat mendorong kebutuhan akan akses terhadap teknologi, sekaligus pemahaman mengenai penerapannya di berbagai proses bisnis," ujar Meysia dalam peresmian FHI 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026),

Penguatan daya saing industri makanan dan minuman nasional juga dinilai menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mengembangkan sektor manufaktur.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan, pada 2026, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6%, dengan kontribusi sebesar 7,41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Industri Agro Kemenperin, Yulia Astuti mengatakan, industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam ekonomi nasional dan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar.

Baca Juga: Gelaran Food & Hospitality Indonesia 2026 Dibuka, Bidik 40.000 Pengunjung

"Untuk itu, penerapan teknologi, peningkatan kualitas produk, serta pemenuhan standar keamanan pangan menjadi faktor yang menentukan daya saing industri," tuturnya.

Itu sebabnya, Yulia menilai gelaran ProPak Indonesia dan FHI 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, penyedia teknologi, hingga asosiasi dalam memperkuat industri makanan dan minuman.

Melalui konektivitas yang erat dengan ekosistem makanan, minuman, dan hospitality, ProPak Indonesia 2026 ditargetkan dapat mendukung pengembangan industri pangan Indonesia.

Baca Juga: Menekraf Dorong UMKM Perkuat Keberlanjutan Usaha melalui Gelaran FHI 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×