kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Trisula Textile (BELL) memilih fokus jualan seragam di 2019


Jumat, 02 Agustus 2019 / 21:59 WIB
Trisula Textile (BELL) memilih fokus jualan seragam di 2019


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yudho Winarto

Saat ini total kapasitas pabrik di Cimahi, Jawa Barat sekitar 1,1 juta yard per bulan. Menurutnya bila ada peningkatan produksi arahnya ke industri 4.0.

Catatan saja, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya sebagai pionir dalam peta jalan penerapan revolusi industri keempat.

Pemerintah akan mendorong industri TPT untuk memanfaatkan teknologi digital seperti 3D printing, automation, dan internet of things. "Kami saat ini tentu akan meningkatkan kemampuan teknologi mesin yang sudah ada," jelasnya.

Baca Juga: Kendati rugi kurs, Trisula Textile (BELL) tetap bukukan peningkatan laba bersih

Oleh karena itu, tahun ini perusahaan menganggarkan capex sebesar Rp 20 miliar sampai Rp 25 miliar. Sumber dananya dari internal. Tentu saja dana tersebut untuk membeli mesin weaving dan mengganti mesin lama yang sudah tidak produktif.

Selain itu ada rencana modifikasi, rekondisi, dan revitalisasi permesinan yang semuanya bertujuan akhir untuk meningkatkan kualitas dan keunikan daripada produk.

Hal ini juga implementasi strategi kaizen strategi kaizen untuk menghasilkan continuous improvement. Yakni melalui perbaikan proses, cara kerja dan peremajaan mesin produksi yang lebih modern, sehingga meningkatkan efisiensi antar proses produksi, meminimalkan waktu produksi, mengurangi bahan baku yang terbuang, dan mengurangi jumlah produk akhir yang cacat.

Pada semester I-2019, BELL membukukan penjualan bersih (unaudited) sebesar Rp261,71 miliar, bertumbuh sebesar 44,99% dibandingkan nilai penjualan bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp180,49 miliar.

Baca Juga: Trisula Textile mengejar target pertumbuhan tahun ini

Penjualan BELL di semester pertama 2019 masih didominasi penjualan domestik yang memberikan kontribusi sebesar 95,68% terhadap total penjualan, naik sebesar 50,90% dari Rp165,94 miliar di semester I-2018 menjadi Rp250,40 miliar di semester I-2019. Sementara itu, penjualan ekspor yang berkontribusi 4,32% mengalami penurunan dari periode yang sama tahun lalu.

Tahun ini kontribusi ekspor masih terbesar dari Jepang, Vietnam, Middle East, Colombo, Inggri, Amerika Serikat, Amerika Selatan dan juga Australia. Sedangkan domestik untuk penjualan ke 100-150 toko rekanan dan juga untuk suplai ke grup Trisula.

"Tantangan perang dagang dan juga tantangan lain dalam negeri hanya bisa diatasi lewat inovasi," pungkasnya.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×