kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Uber dan BPJS Ketenagakerjaan jalin kerjasama


Rabu, 18 Oktober 2017 / 14:22 WIB
Uber dan BPJS Ketenagakerjaan jalin kerjasama


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan berbasis aplikasi online, Uber Indonesia menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Kerjasama ini merupakan bentuk dukungan Uber untuk mensosialisasikan informasi kepada mitra pengemudi tentang program bukan penerima upah (BPU).

"Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan fokus untuk membantu memfasilitasi dan sosialisasi mitra pengemudi untuk secara sukarela mendaftar dan berpartisipasi langsung ke program BPU BPJS," ucap John Colombo, Head of Public Policy and Government Affairs Uber di Double Tree, Cikini, Rabu (18/10).

John pun tidak bisa menyebut pasti mengenai kerjasama yang dilakukan. Baik itu pengenaan subsidi yang diberikan uber ataupun tidak. Hanya saja, untuk kerjasama yang terjalin, Uber akan fokus untuk sosialisasi ke mitra pengemudi dan melihat perkembangan selanjutnya. Cara ini tidak langsung sebagai bentuk dukungan untuk mitra pengemudi mendapat perlindungan jaminan sosial.

Menurut John, dengan program BPJS, Uber bisa menghadirkan kesempatan ekonomi yang fleksibel untuk mitra pengemudi dan perlindungan asuransi dari resiko kecelakaan ketika di perjalanan maupun tidak sedang perjalanan menggunakan aplikasi Uber.

"Kami mengapresiasi upaya Pemerintah untuk menyediakan perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal yang bukan penerima upah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap bisa menjadi upaya untuk mendukung mitra pengemudi yang merupakan bagian bukan penerima upah," ungkap John.

Sekedar informasi, jumlah pekerja yang tergolong bukan penerima upah yaitu 53% dari angkatan kerja. Tahun 2017, BPJS targetkan jumlah kepesertaan aktif bisa capai 25,2 juta orang atau meningkat 11% dari tahun 2016. Sebab, hingga sekarang tercatat 48 juta pasien BPJS.

Namun, hanya 1,1 juta yang aktif membayar iuran. Untuk iuran jaminan kematian dibanderol Rp 6.800 dan jaminan kecelakaan Rp 10.000. Dengan biaya Rp 16.800, mitra pengemudi pun sudah mendapat jaminan dari BPJS. Tetapi selama tiga bulan tidak membayar maka layanan akan diberhentikan.

Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, E. Ilyas Lubis menyatakan apresiasi terhadap Uber yang mendukung mitra pengemudi untuk menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. "Mitra pengemudi Uber termasuk kategori pekerja bukan penerima upah, mereka tentu tidak terlepas dari risiko beraktivitas memperoleh pendapatan. Inilah pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi mereka," pungkas Ilyas Lubis.

Dengan jalinan kerjasama bersama BPJS, pihak Uber pun tidak menyebutkan total mitra yang akan bergabung ataupun mendaftarkan program BPJS BPU ini. Dian Safitri, Head of Communication Uber pun tak menyebutkan jumlah mitra pengemudi uber sampai saat ini hingga akhir tahun 2017.

Tetapi sejak beroperasi pada tahun 2010, Uber sudah tersedia di 34 kota di 7 pulau Indonesia dan 700 kota di 78 negara. "Tentu akan menjangkau daerah lain, tapi untuk bisa bersaing strateginya memberi pengaruh dan menghadirkan inovasi layanan," ujar Dian.

Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan Uber adalah layanan uber trip. Yaitu menghitung jarak lewat jumlah waktu. Layanan ini khusus digunakan untuk penumpang yang tengah melakukan wisata atau liburan dan sudah beroperasi di Bali dan Lombok minimal waktu 5-16 jam. Biaya atau tarif yang dikenakan uber trip yaitu Rp 1.000 per menit. Untuk penumpang di Bali, minimal menggunakan 5 jam dengan biaya Rp 300.000 dan di Lombok 3 jam dengan biaya Rp 180.000.

"Cara ini bermanfaat untuk mitra pengemudi konvesional yang memiliki usaha rental konvensional tetapi tidak selalu mendapat pesanan mobil. Dan mitra pengemudi juga tidak hanya dapat penumpang lokal tetapi dari mancanegara pun bisa," beber Dian.

Namun sayang, Dian tidak bisa menjelaskan jumlah mitra pengemudi yang melakukan layanan uber trip. Hanya, layanan ini sudah diadopsi negara lain seperti India, Malaysia dan Seoul. Disamping itu, ada juga inovasi layanan uber hop on dimana penumpang bisa mendekati mitra pengemudi yang sedang menggunakan jaket dan tidak mengangkut penumpang.

"Bisa langsung dekati dengan waktu tunggu 0 menit dan tetap melakukan proses pin atau pesanan terlebih dahulu," sebutnya.

Terakhir adalah layanan uber deliver di Surabaya yang memungkinkan warga untuk antar dan kirim paket menggunakan uber motor. Akhir bulan lalu, layanan ini sudah dilakukan, Surabaya merupakan kota ketiga setelah Hanoi dan Hochimin. Selanjutnya, Uber masih fokus untuk membesarkan layanan ini di Surabaya baru akan menerapkan di daerah lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×