kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Unilever Tetap Komitmen Beli CPO dari Indonesia


Jumat, 12 Maret 2010 / 16:48 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Test Test

JAKARTA. Pelaku usaha minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) di dalam negeri sumringah. Pasalnya, PT. Unilever Indonesia Tbk masih tetap berkomitmen untuk memasok CPO dari dalam negeri. Komitmen itu dilakukan karena mulai April nanti, PT Unilever Indonesia tidak lagi meneruskan kontrak pembelian CPO kepada PT. Smart Tbk.

Pemutusan kontrak itu terkait tuduhan PT. Smart dinilai tidak memproduksi CPO ramah lingkungan. “Kami memiliki komitmen untuk kebutuhan CPO di PT. Unilever Indonesia Tbk dibeli dari industri dalam negeri,” kata Rachmat Hidayat, External Affair manager PT Unilever Indonesia Tbk, Jumat (12/3).

Rachmat bilang, meski perusahaannya tidak memperpanjang pembelian CPO dari PT Smart Tbk tetapi perusahaannya tetap membeli CPO dari perusahaan Indonesia lainnya.

Perihal tuduhan terhadap PT Smart, dia bilang, saat ini sengketa penghentian pembelian CPO kepada PT. Smart tersebut belum final, karena kedua belah pihak masih menunggu penunjukan tim independen yang akan melakukan verifikasi.

Rahmat menambahkan, sudah ada beberapa tim independen yang sudah diajukan tapi kedua belah pihak hingga kini masih memilihnya. “Tim itu sudah ada cuma minta persetujuan dari PT. Smart,” jelasnya.

Nantinya, kata dia, Tim verifikasi tersebut bertugas memverifikasi tuduhan yang dilayangkan Green Peace terhadap dugaan pelanggaran lingkungan oleh PT Smart dalam memproduksi CPO. Jika dari penemuan tim independen memutuskan tuduhan tersebut tidak terbukti, pihaknya bisa melanjutkan pembelian CPO lagi dari anak perusahaan Sinar Mas itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×