kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Untuk amankan stok, Indonesia jajaki impor beras dari Pakistan dan India


Rabu, 13 Juli 2011 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan secara virtual di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan. KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Keputusan pemerintah mengimpor beras tinggal menunggu hitungan volume yang dibutuhkan serta waktu melakukan impor yang tepat.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah akan menjajaki kontrak kerjasama Government to Government (G to G) dengan negara-negara yang biasa menjadi tujuan impor yakni Thailand dan Vietnam.

"Namun, kali ini pemerintah juga akan menjajaki mengimpor beras dari negara produsen beras lainnya seperti Pakistan dan India," ujarnya hari ini (13/7).

Keputusan impor beras ini bertujuan untuk menjaga stok beras di dalam negeri agar tetap aman sampai akhir tahun. Meski begitu, Mari mengklaim stok beras Bulog masih tetap aman yakni sekitar 1,5 juta ton hingga 2 juta ton.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, stok rata-rata bulanan beras di Pasar Induk Cipinang (PIBC) pada bulan Juli sebesar 25.189 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×