kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Danantara Sebut Groundbreaking Proyek PLTSa Pertama pada Maret 2026


Senin, 19 Januari 2026 / 19:42 WIB
Danantara Sebut Groundbreaking Proyek PLTSa Pertama pada Maret 2026
ILUSTRASI. Rosan Roeslani (SETNEG/BPMI Setpres) Groundbreaking proyek Waste to Energy (WtE) yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditargetkan terlaksana pada Maret 2026.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek Waste to Energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditargetkan terlaksana pada Maret 2026.

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan pihaknya membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk mendapatkan nama-nama pemenang dari lelang proyek pengolahan sampah menjadi energi itu.

"Dulu negosiasinya satu project (PLTSa) tiga sampai empat tahun, baru putus (selesai). Sekarang, kita baru buka (lelang) Desember kemarin, mulai bidik di awal, target kita Maret sudah bisa groundbreaking," ungkap Rosan dalam agenda diskusi bertajuk Peran Danantara Indonesia Mendorong Pertumbuhan Berkualitas di Jakarta, dikutip Senin (19/01/2026).

Baca Juga: Infrastruktur Dorong Minat Investasi Manufaktur Korea ke Indonesia

Menurutnya, program WtE ini sudah ada dari tahun 2014 tetapi tidak berjalan secara optimal. Adapun di Indonesia, hanya ada dua PLTSa yang sudah berjalan, yaitu di Surabaya dan Surakarta.

"Faktor ketidakpastian itu, sehingga kalau kita lihat kan sampah itu sudah sangat banyak, kalau kita lihat minatnya sangat luar biasa, dalam maupun luar negeri," tambah dia.

"Dari semua negara, Eropa, Belanda, Jerman, Spanyol, Korea, Jepang, China, semua kita jabarkan secara terbuka. Kita sudah tetapkan (harga) 20 sen (per kWh) itu satu harga, jadi mereka sudah bisa melihat," ungkap Rosan.

Dia juga menyebut, pada batch pertama lelang yang menyasar empat kota/kabupaten, terdapat lebih dari 100 perusahaan dari berbagai negara yang berminat mengikuti lelang proyek PLTSa ini.

"Dan yang ikut di atas 100 perusahaan dan teknologi yang tertinggi, dan konsorsium dengan lokal," katanya.

Sebelumnya dalam catatan Kontan, BPI Danantara telah memulai proses bidding atau lelang proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada pertengahan November 2025.

Berdasarkan laporan Danantara pada awal Oktober 2025, tercatat sekitar 120 hingga 200 perusahaan menyatakan minat pada tahap awal.

Rosan saat itu menyampaikan, sejauh ini terdapat tujuh daerah yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Kita minggu depan, ya benar minggu depan, akan membuka proses bidding untuk memasukkan penawaran,” kata Rosan di Istana Merdeka, sebagaimana dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (7/11/2025).

Adapun tujuh lokasi proyek PSEL tersebut berada di Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya.

Namun dipangkas kembali oleh Danantara menjadi empat daerah paling potensial pada tahap pertama yaitu Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta.

Baca Juga: Kehadiran Kendaraan Listrik Dinilai Efektif Tekan Subsidi BBM dan Emisi

Selanjutnya: Investasi Valas Perlu Pertimbangkan Risiko dan Potensi Keuntungan

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 20 Januari 2026, Utamakan Kolaborasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×