kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,61   -6,20   -0.66%
  • EMAS936.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.42%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Utilisasi rig darat Apexindo (APEX) hanya capai 1%, ini penjelasan manajemen


Rabu, 08 Desember 2021 / 19:38 WIB
Utilisasi rig darat Apexindo (APEX) hanya capai 1%, ini penjelasan manajemen
ILUSTRASI. Perusahaan kontraktor pertambangan migas, PT Apexindo Pratama Duta Tbk atau APEX. Foto Dok APEX (dari annual report)

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mencatatkan level utilisasi rig darat yang lebih rendah di tahun ini dibandingkan 2020. Sampai dengan Oktober 2021, utilisasi rig darat APEX di level 1% sedangkan di 2020 utilisasinya 4%.  

General Manager Corporate Finance dan Investor Relation Apexindo Pratama Duta, Pretycia Darma menjelaskan, utilisasi dari tahun 2020 ke 2021 ada penurunan. Sampai dengan Oktober 2021, utilisasi rig off shore berada di level 50% dan rig on shore (darat) lebih rendah yakni sekitar 1%.

“Dari tahun 2020, kami melihat aktivitas di sektor migas terjadi penurunan. Dari market request ataupun pertanyaan dari potential client yang diberikan kepada Apexindo secara total di Indonesia sekitar 30-an tetapi setelah dari proses market survey dan akhirnya translate menjadi tender hanya sekitar 10% saja,” jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Rabu (8/12).

Adapun khusus pada segmen rig darat, layer yang terlibat dalam kompetisi lebih banyak dibandingkan dengan rig lepas pantai. Oleh karenanya, sewaktu tender keluar dan lebih banyak layer yang berpartisipasi, membuat kompetisi harga juga lebih kencang. “Nah, yang menyebabkan utilisasi Perseroan di segmen rig darat rendah,” ujarnya.

Baca Juga: Apexindo Pratama Duta (APEX) yakin prospek bisnis tahun depan akan lebih baik

Direktur Apexindo Pratama Duta, Mahar Atanta Sembiring menambahkan, rig darat Apexindo memiliki horse power besar karena pihaknya fokus menyediakan rig dengan tenaga kuda yang besar atau di atas 1.000 horse power.

“Beberapa tahun terakhir kegiatan rig darat, kami lakukan kebanyakan untuk kegiatan geothermal baik untuk Pertamina maupun non-Pertamina. Namun, itu tidak berarti bahwa segmen minyak dan gas bumi yang berinvestasi di darat tidak banyak dilakukan, justru cukup banyak dilakukan," jelas dia.

"Namun, rig darat kami kebanyakan tidak sesuai untuk melakukan pekerjaan di kawasan-kawasan yang banyak melakukan kegiatan operasional di darat, semisal di daerah Rokan atau Cepu yang kebanyakan menggunakan rig dengan horse power yang kecil,” tandasnya.

Meski demikian, Mahar yakin bahwa kegiatan rig darat ini masih memiliki potensi pada kegiatan geothermal. Ke depannya, APEX mengharapkan dengan dijalankannya carbon pricing, sektor energi baru dan terbarukan (EBT) bisa mendapatkan nilai-nilai yang lebih baik sehingga kegiatan investasi dan pekerjaan di darat yang terhubung dengan energi bersih dapat meningkat.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan tekan kinerja Surya Semesta Internusa (SSIA)

Jadi sementara ini, lanjut Mahar, kegiatan di rig darat difokuskan untuk melihat apakah ada kegiatan atau pekerjaan di bidang panas bumi. “Pada tahun ini kami  berusaha ikut di kegiatan geothermal tapi karena satu dan lain hal, kami tidak berhasil mendapatkan tender tersebut,” ungkapnya.

Pada tahun depan, Mahar berharap dengan diterapkannya carbon pricing dapat mendorong  kegiatan di sektor panas bumi.

Sebagai informasi, pada Juli 2021 rig darat Apexindo yakni Rig 9 di Hululais, Sumatera Selatan menyelesaikan kontrak dengan Pertamina Geothermal Energy.

Selanjutnya: Indonesia considers relocations after deadly volcanic eruption

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×