kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.892   10,00   0,06%
  • IDX 6.308   -66,09   -1,04%
  • KOMPAS100 824   -11,57   -1,38%
  • LQ45 626   -7,81   -1,23%
  • ISSI 218   -1,95   -0,89%
  • IDX30 350   -4,33   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,69   -0,86%
  • IDX80 94   -1,29   -1,35%
  • IDXV30 118   -0,77   -0,65%
  • IDXQ30 111   -1,11   -0,99%

Volume Produksi dan Penjualan Batubara Harum Energy (HRUM) Naik Double Digit


Senin, 18 Desember 2023 / 10:09 WIB
Volume Produksi dan Penjualan Batubara Harum Energy (HRUM) Naik Double Digit
ILUSTRASI. Harum Energy (HRUM) cetak kinerja operasional dan keuangan yang naik double digit hingga kuartal III-2023


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja operasional PT Harum Energy Tbk (HRUM) berhasil tumbuh sepanjang sembilan bulan pertama 2023. Hal ini tercermin dari naiknya volume produksi dan penjualan batubara hingga kuartal III-2023.

Melansir laporan operasional, Senin (18/12), HRUM 5,4 juta batubara per akhir September 2023. Realisasi ini naik 43,0% dibandingkan realisasi produksi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya 3,8 juta.

Menurut Direktur Utama HRUM Ray Antonio Gunara, kemampuan HRUM meningkatkan produksi batubaranya secara signifikan berkat kondisi cuaca yang mendukung. Adapun HRUM memproduksi 2,0 juta ton batubara pada kuartal III- 2023.

Baca Juga: Laba Harum Energy (HRUM) Merosot 54,8% Hingga Kuartal III-2023

Naiknya volume produksi juga dibarengi dengan naiknya volume penjualan, di mana HRUM menjual 5,3 juta ton batubara sepanjang periode Januari-September 2023. Realisasi tersebut naik 37,5% dari penjualan di periode yang sama tahun lalu yang hanya 3,9 juta ton.

Mayoritas batubara HRUM dijual ke China, yakni mencapai 47%, disusul penjualan ke dalam negeri sebanyak 21% dan penjualan ke Jepang sebesar 16%. Lalu, penjualan ke Bangladesh sebesar 9%, Korea Selatan sebesar 3%, penjualan ke Taiwan 2%, dan penjualan ke Thailand, Vietnam, dan India masing-masing 1%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×