kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 16.992   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.153   -31,68   -0,44%
  • KOMPAS100 989   -3,89   -0,39%
  • LQ45 726   -0,44   -0,06%
  • ISSI 255   -2,02   -0,79%
  • IDX30 394   0,65   0,17%
  • IDXHIDIV20 490   2,89   0,59%
  • IDX80 112   -0,10   -0,09%
  • IDXV30 136   0,81   0,60%
  • IDXQ30 128   0,26   0,20%

Wacana cukai plastik bikin industri kemasan cemas


Jumat, 08 September 2017 / 16:43 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Wacana cukai plastik mengkhawatirkan industri pengemasan (packaging). Ketua Umum Federasi Pengemasan Indonesia jelas-jelas menolak cukai tersebut.

“Kami jelas menolak. Saat ini kabarnya dengan didiskusikan di DPR, tapi tetap keputusannya masih menggantung,” sebutnya kepada KONTAN (8/9). Adapun sebagian besar industri kemasan menggunakan plastik sebagai bahan baku utamanya.

“Untuk bahan baku plastik, hampir 50% masih impor,” ujar Henky. Tantangan industri ini, selain masalah peraturan yang belum menunjang dan ketersediaan bahan baku ialah kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja terdidik berkemampuan khusus (skill people).

“Sayangnya saat ini belum ada sekolah atau pendidikan khusus terkait pengemasan,” kata Henky. Padahal teknologi pengemasan semakin berkembang dan tidak memerlukan tenaga kerja kasar dengan jumlah besar.

Mengenai investasi di industri ini, Henky mengungkapkan ada sebuah grup besar yang semula memiliki percetakan mengalihkan bisnisnya ke pengemasan. “Ini bentuk turunan, sebab percetakan saat ini cenderung turun,” ungkapnya. Sayang ia enggan menceritakan lebih detil.

Namun aksi korporasi grup itu membutuhkan pembelian alat baru, yang berarti membutuhkan modal kerja yang tidak sedikit. “Saat ini tengah ada konsolidasi 2 sampai 3 perusahaan asing yang merger dan mau akuisisi industri pengemasan di Indonesia,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×