kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Wah! 2.400 kontainer limbah besi tertahan di Priok


Rabu, 22 Februari 2012 / 16:33 WIB
Wah! 2.400 kontainer limbah besi tertahan di Priok
ILUSTRASI. Everton vs Southampton: Ambisi The Toffees kembali ke papan atas Liga Inggris. Pool via REUTERS/Alex Pantling


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Limbah besi bekas yang diimpor dari berbagai negara, kian menumpuk di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mencatat, jumlah limbah besi bekas yang menumpuk di pelabuhan itu sudah mencapai 2.400 kontainer.

Ismail Mandry, Wakil Ketua IISIA Bidang Long Product mengungkapkan, jumlah limbah besi bekas itu setiap hari terus bertambah. Ia bilang, dua hari lalu jumlahnya baru mencapai 2.017 kontainer, namun informasi terakhir yang ia peroleh, jumlahnya sudah mencapai 2.400 kontainer.

"Padahal kami sudah menghentikan permintaan, tetapi pesanan yang lama tetap dikirim," kata Ismail di Jakarta, Rabu (22/2). Perlu diketahui, penahanan limbah besi dilakukan petugas Bea Cukai karena menemukan adanya kandungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada besi bekas tersebut.

Hingga saat ini, pihak Bea Cukai menahan seluruh besi bekas tersebut, sebelum pemeriksaan selesai dilakukan. Namun begitu, pihak IISIA mengeluhkan, lambannya pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Bea dan Cukai tersebut.

Menurut IISIA, lamanya pemeriksaan Bea Cukai itu membuat pemilik besi bekas merugi, karena harus membayar sewa penumpukan kontainer US$ 50 per kontainer per hari. Selain kerugian dari biaya penumpukan, industri baja yang akan mengolah besi bekas itu juga merugi karena tidak mendapat suplai bahan baku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×