kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Wajib rupiah rugikan pengusaha batubara


Rabu, 26 Agustus 2015 / 19:34 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kewajiban penggunaan mata uang rupiah mengganggu sektor bisnis tambang. Pengusaha sulit mengonversi dollar Amerika Serikat (AS) atas hasil penjualan batubara karena risiko kerugian akibat kurs sangat tinggi.

Ribetnya lagi penjual dan pembeli mau tidak mau harus meninjau kembali harga yang sudah disepakati.

"Masalahnya lebih ke operasional," kata Deputi Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia.

Ditambah lagi pembelian komponen pembayaran perusahaan pertambangan menggunakan dolar AS, bahkan royalti pun begitu.

"Banyak exposure keuangan dalam dolar, " kata Hendra.

Apalagi harga komoditas batubara nasional sangat terikat dengan perdagangan internasional.

Meski begitu, dengan tren pelemahan rupiah ini, pengusaha batubara memang mendapat keuntungan. "Memang ada pengaruhnya tetapi tidak terlalu besar," katanya.

Namun, kembali lagi ada kewajiban penggunaan rupiah jadinya perusahaan tidak bisa menikmati keuntungan.

Sebenarnya, APBI telah meminta pemerintah segera menindaklanjuti kewajiban rupiah yang merugikan pengusaha ini.

Namun sampai saat ini APBI belum diundang untuk membahas terkait kewajiban kurs rupiah ini, "kami menunggu pembentukan tim gugus yang bertugas untuk menindaklanjuti kewajiban rupiah ini," tutup Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×