Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pagebluk corona (covid-19) menekan industri otomotif. Hal ini juga berlaku bagi kendaraan hemat energi harga terjangkau atau low cost green car (LCGC).
Mengintip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), angka penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales) LCGC dari awal tahun sampai Juli 2020 hanya mencapai 57.471 unit. Angka tersebut merosot hingga 52,29% dibanding realisasi penjualan ritel LCGC nasional periode sama tahun lalu yang mencapai 120.473 unit.
Segendang sepenarian, angka penjualan dari diler ke konsumen alias penjualan ritel LCGC dari awal tahun hingga Juli tahun ini juga ikut menyusut 46,40% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi 67.352 unit. Sebelumnya, penjualan ritel LCGC nasional tercatat mencapai 125.672 unit.
Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengatakan, pelemahan daya beli yang terjadi pada masyarakat menjadi faktor di balik penurunan pasar LCGC. Amelia memperkirakan, penurunan pasar kendaraan LCGC akan memiliki angka yang kurang lebih sama dengan perkiraan penurunan mobil secara umum, yakni sekitar 60% dibanding realisasi penjualan mobil nasional tahun lalu.
“GDP (gross domestic product) kan turun, jadi daya beli turun,” ujar Amelia saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (27/8).
Baca Juga: Agen pemegang merek (APM) tetap perkuat segmen penjualan mobil LCGC
Kendaraan LCGC sendiri memiliki kontribusi yang cukup besar dalam penjualan ritel Daihatsu. Di Indonesia, penjualan LCGC Daihatsu diwakili oleh Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla. Sampai Juli 2020 lalu, penjualan ritel Daihatsu Sigra tercatat sebesar 16.631 unit atau setara dengan 28,0% dari total penjualan ritel Daihatsu di tujuh bulan pertama.
Dengan capaian itu, Daihatsu Sigra menjadi model kendaraan yang memiliki kontribusi paling besar dibandingkan model-model lainnya dalam total penjualan penjualan ritel Januari-Juli 2020. Sementara itu, penjualan Daihatsu Ayla tercatat sebesar 7.493 unit atau setara dengan 12,6% dari total penjualan ritel Daihatsu di periode yang sama.
Amelia tidak menyebutkan target spesifik yang ingin dikejar untuk penjualan LCGC Daihatsu Yang jelas, Daihatsu menargetkan penguasaan pangsa pasar atau market share sekitar 17% dari total pasar nasional untuk keseluruhan penjualan ritel Daihatsu.
Dalam capaian tersebut, Amelia memperkirakan bahwa Daihatsu Sigra 7 seater akan menjadi model kendaraan yang akan menopang penjualan Daihatsu. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik Daihatsu Sigra yang memiliki tujuh kursi.
“Kan orang Indonesia adalah masyarakat sosial. Seperti pepatah Jawa, mangan ora mangan asal ngumpul. Jadi waktu beli mobil juga masyarakat mau yang bisa bawa banyak orang untuk berakhir pekan atau mudik,” jelas Amel.
Dihubungi terpisah, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy juga memperkirakan bahwa pasar LCGC akan mengalami penurunan yang kurang lebih sama dengan penurunan pasar mobil nasional secara umum.
Meski begitu, HPM masih melihat kendaraan LCGC sebagai segmen kendaraan dengan pasar yang prospektif untuk digarap. Belakangan, porsi kontribusi penjualan kendaraan LCGC Honda bahkan meningkat dari semula 34% di bulan Juni 2020 menjadi 42% di bulan Juli 2020. Penjualan kendaraan LCGC Honda di Indonesia diwakili oleh Honda Brio Satya.
Baca Juga: Harganya murah, penjualan mobil LCGC diramal masih bakal stabil di tahun ini
Menurut Yusak, kenaikan tersebut tidak terlepas dari sejumlah kelebihan yang dimiliki oleh Honda Brio Satya. Yusak bilang, Honda Brio Satya memiliki desain yang stylish, ruang yang besar, konsumsi bahan bakar yang irit, serta harga jual kembali dengan tingkat depresiasi yang kecil.
“Setelah pemakaian tahun, dari hasil studi kami di pasar mobil bekas itu (Brio Satya) terdepresiasi hanya sekitar 12%, sangat kecil dibanding model lain di segmen LCGC,” terang Yusak.
Ke depan, Honda masih akan menggeber penjualan kendaraan LCGC Honda. Strateginya antara lain misalnya dengan menyediakan beragam program penjualan menarik mulai dari gratis perawatan berkala selama 4 tahun atau 50.000 km dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, hingga bekerja sama dengan pihak lembaga pembiayaan untuk menyediakan besaran down payment yang menarik.
Asal tahu, saat ini HPM memiliki mitra lembaga pembiayaan yang menawarkan down payment hingga sebesar 15%, lebih rendah dari besaran down payment kebanyakan yang umumnya berkisar 20%-30%. Dengan strategi-strategi ini, Honda menargetkan mampu menjaga penguasaan pangsa pasar ritel sebesar 25% untuk segmen kendaraan LCGC sampai tutup tahun nanti.
“Mayoritas konsumen LCGC itu adalah first time buyer, jadi kami selalu berusaha memberikan program penjualan yang memudahkan dan meringankan konsumen dalam memiliki kendaraan,” terang Billly.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













