kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.930.000   20.000   1,05%
  • USD/IDR 16.230   -112,00   -0,69%
  • IDX 7.214   47,18   0,66%
  • KOMPAS100 1.053   7,20   0,69%
  • LQ45 817   1,53   0,19%
  • ISSI 226   1,45   0,65%
  • IDX30 427   0,84   0,20%
  • IDXHIDIV20 504   -0,63   -0,12%
  • IDX80 118   0,18   0,16%
  • IDXV30 119   -0,23   -0,19%
  • IDXQ30 139   -0,27   -0,20%

YLKI pertanyakan rencana kenaikan tarif PSC Bandara Soekarno-Hatta


Selasa, 20 Februari 2018 / 22:42 WIB
YLKI pertanyakan rencana kenaikan tarif PSC Bandara Soekarno-Hatta
ILUSTRASI. Penumpang Bandara Soekarno-Hatta saat masa libur Imlek


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mempertanyakan kembali rencana PT Angkasa Pura II untuk menaikkan tarif Passenger Service Charge (PSC) per tanggal 1 Maret 2018.

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (20/2) mengharapkan adanya penjelasan yang konkrit dan komprehensif kepada publik sebagai pengguna bandara terkait alasan PSC perlu dinaikkan dan seberapa besar biaya produksi per penumpang saat menggunakan bandara.

Lebih lanjut Tulus mengatakan agar manajemen PT Angkasa Pura II bisa memberikan jaminan terhadap pelayanan secara terukur dan jelas.

"Bukan hanya janji untuk meningkatkan pelayanan, tetapi belum mempunyai indikator dan parameter yang jelas. Jika perlu, janji tersebut dipampang di bandara, rencana pembangunan apa saja untuk meningkatkan pelayanan," ungkap Tulus.

Menurut pengamatan YLKI dan pengaduan konsumen, kata Tulus, saat ini justru terjadi penurunan pelayanan di Terminal 1 dan bahkan Terminal 2. Dia bilang, kondisi Terminal 2 yang dulu tampak elegan, sementara saat ini cenderung crowded dan semrawut.

Manajemen PT Angkasa Pura II khususnya Cabang Soekarno Hatta, menurut dia harus bisa menunjukkan bukti bahwa pelayanannya meningkat, bukan sebaliknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×