Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen laptop, komputer, dan aksesorinya PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) memandang prospek produk elektronik masih menantang tahun ini, seiring ketidakpastian geopolitik global saat ini.
Corporate Secretary ZYRX Evan Jordan mengatakan, konflik di kawasan Timur Tengah memengaruhi rantai pasok termasuk dan biaya logistik. Dengan harga komponen elektronik global yang juga mendaki, pihaknya menerapkan pendekatan bisnis yang lebih konservatif tahun ini.
Namun demikian, menurut Evan prospek ekspor elektronik masih memiliki peluang. Menurutnya, kondisi saat ini mendorong produsen elektronik seperti ZYRX melakukan diversifikasi sumber pasokan dan mitra produksi global.
Baca Juga: Endeavor Rilis Outliers 2026, Startup Indonesia Tunjukkan Ketangguhan
"Sehingga, hal ini membuka peluang bagi produsen dari negara seperti Indonesia untuk masuk ke pasar ekspor baru," ujarnya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).
Menurut Evan, ZYRX memandang momentum ini juga sekaligus sebagai kesempatan untuk meningkatkan penetrasi pasar internasional. Khususnya, ke pasar negara-negara berkembang yang masih membutuhkan perangkat komputasi dengan harga kompetitif.
Dus, ia mengatakan porsi ekspor ke pendapatan ZYRX masih dapat bertumbuh tahun ini. Sebab, perusahaan menerapkan strategi ekspansi yang selektif dan penguatan daya saing produk.
"Kami optimistis ekspor dapat mulai memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pendapatan tahun ini, meskipun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dinamika global," pungkasnya.
Asal tahu saja, pada tahun 2025, penjualan bersih ZYRX tercatat sebesar Rp 1,17 triliun, meningkat 223% year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya di level Rp 364 miliar.
Penjualan ZYRX tahun lalu masih didominasi pasar lokal yang berkontribusi Rp 1,04 triliun, sedangkan pasar ekspor baru menyumbang Rp 134,4 miliar atau sekitar 11,4% ke pendapatan ZYRX.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












