kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Kemendag Bidik Pasar Ekspor Non Tradisional, Ada Hong Kong, Mozambik hingga Laos


Jumat, 10 April 2026 / 18:40 WIB
Kemendag Bidik Pasar Ekspor Non Tradisional, Ada Hong Kong, Mozambik hingga Laos
ILUSTRASI. Kemendag menggali peluang pasar ekspor non tradisional, yakni Hong Kong, Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, hingga Oman.(Dok/Pelindo)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggali peluang pasar ekspor non tradisional, yakni Hong Kong, Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, hingga Oman. Untuk menggaet pasar-pasar tersebut, Kemendag memfasilitasi jejaring bisnis (business networking) dengan ketujuh negara.

Pada business networking tersebut, Kemendag mempertemukan empat perusahaan eksportir Indonesia anggota InaExport dengan kedutaan besar enam negara, serta Hong Kong Trade Development Council (HKDTC) pada Kamis (9/4/2026) di Ruang Permanent Trade Exhibition, Jakarta Pusat.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, pertemuan ini menghubungkan eksportir Indonesia untuk semakin memperkuat ekspor.

Baca Juga: Medical Suite di KEK BSD City Segera Beroperasi, Jadi Pusat Klinik dan Laboratorium

"Eksportir kita dapat memaparkan keunggulan produk sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang yang bisa dimaksimalkan ke mitra-mitra ekspor nontradisional Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).

Adapun keempat perusahaan eksportir yang hadir, di antaranya  PT Queen Pacific Sukses Abadi dengan produk alas kaki, PT Oneject Indonesia dengan alat kesehatan seperti jarum suntik sekali pakai, PT Allana Maju Berdaya dengan aneka produk kerajinan tangan bernilai seni, serta PT Salaku Cara Enak Makan Salak dengan produk makanan dan minuman inovatif berbahan baku salak.

Puntodewi menyebut, seluruh produk yang ditampilkan oleh eksportir merupakan produk unggulan yang dinilai berpotensi besar untuk menembus pasar ekspor di kawasan Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Baca Juga: Jobubu Jarum (BEER) Genjot Ekspansi dan Inovasi Produk untuk Kejar Pertumbuhan 2026

Dalam kesempatan tersebut, Titin Dwi Isnaini, pemilik PT Allana Maju Berdaya mengatakan bahwa berkat fasilitas ini, ada peluang terbuka untuk berjejaring dengan sesama pengusaha Indonesia sekaligus menggali peluang jangka panjang dengan mitra dagang Indonesia. “Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering dan mengundang lebih banyak perwakilan kedutaan,” ujar dia.

Surianti, Direktur Utama PT Queen Pacific Sukses Abadi mengungkap, business networking membuka peluang bagi produknya menjangkau negara-negara baru dan berharap dapat menjangkau pasar-pasar dengan permintaan tinggi. 

“Kami berharap dapat difasilitasi ekspor ke negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk kami dan Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi tarif dibandingkan negara pesaing,” ungkapnya.

Sementara itu, Marketing Assistant Manager PT Oneject Indonesia, Dimas, bilang pihaknya berharap kegiatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut agar dapat memberikan dampak yang semakin signifikan bagi industri alat kesehatan nasional. 

“Khusus untuk produk alat kesehatan, akan sangat membantu apabila hadir pula tim regulator dari negara tujuan ekspor sehingga diskusi dapat lebih teknis dan terarah," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×