: WIB    —   
indikator  I  

Antam akan resmi jualan emas melalui e-commerce

Antam akan resmi jualan emas melalui e-commerce

JAKARTA. PT Antam (Persero) Tbk, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang, mengestimasi bisnis emas perseroan tahun ini masih kinclong. Hingga kuartal I 2017, penjualan emas Antam mencapai Rp 1,16 triliun, atau 70% dari total penjualan Antam sebesar Rp 1,65 triliun.

Presiden Direktur Antam Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan perseroan pada tahun ini berharap bisnis emas masih berkilau. Untuk itu, Antam berencana untuk emmperluas kanal penjualan melalui e-commerce.

"Kami akan membicarakan itu dengan Pulogadung (pabrik emas Antam) bagaimana penjualan melalui e-commerce. Terutama untuk trading," kata dia, saat berbuka puasa bersama wartawan di Jakarta, Rabu (14/6).

Menurut Arie yang baru menjabat dua bulan ini, sebelumnya dia menemukan penjualan emas Antam di situs Bukalapak.com. Menurut dia, emas yang dijual di situ memang di cap keluaran Antam dan memiliki sertifikat Antam.

"Tapi kerja samanya bukan dengan Antam. Kami sudah komplain ke pihak-pihak terkait, terkait hal ini," ujarnya.

Arie menyebutkan, saat ini produksi emas Antam hanya sekitar 2 ton-2,5 ton per tahun. Namun pada tahun ini Antam menargetkan penjualan emas hingga 10 ton, yakni melalui jasa trading (atau pemurnian, pengecapan dan sertifikasi emas oleh Antam).

"Emas yang bukan produksi Antam tapi di cap di Antam banyak, mencapai 30 ton. Itu sebabnya banyak yang jualan emas Antam di aneka situs, tapi itu bukan kerja sama resmi dengan Antam," paparnya.

Arie menambahkan, pada tahun ini memang harga emas sedikit turun. Per Mei 2017, harga emas mencapai 1.245 dollar AS per troy ounce (oz). Sementara per Juni 2016, harga emas hampir mencapai 1.400 dollar As per oz.

"Harga emas volatilitasnya tidak besar, naik turun hanya sekitar 10%. Lebih stabil ketimbang nikel dan bauksit," lanjutnya.

Tatang Hendra, Direktur Pemasaran Antam, menambahkan bahwa saat ini di dalam negeri permintaan akan emas sedang turun. Tetapi pada tahun ini Antam menargetkan kenaikan penjualan emas dari ekspor.

Menurut dia, pada 2015, penjualan emas Antam mencapai 15 ton. Tapi tahun 2016 lalu turun jadi 10 ton akibat terhentinya penjualan ekspor ke India yang mematok bea masuk tinggi.

"Tahun ini kami akan gencarkan ekspor ke negara lain yakni ke Singapura dan Thailand," ujarnya.

Sebelumnya, Antam melalui produk emas Logam Mulia juga melakukan inovasi penjualan lain. Misalnya, penjualan produk perhiasan yang dipadukan dengan emas batangan motif batik.

Saat ini baru ada 4 motif batik yang di cap ke emas batangan Antam. Namun akan dikembangkan menjadi 8 motif.

pengembangan lain, yakni penjualan emas Antam melalui PT Pos Indonesia (Persero), pada tahun lalu.

Sebagai informasi, hingga kuartal I 2017, laba bersih Antam naik 25 persen menjadi Rp 6,64 miliar dibandingkan laba bersih kuartal I 2016.

Sepanjang 2017, Antam menargetkan belanja modal Rp 2,55 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 2,07 triliun akan dialokasikan untuk pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur.

Proyek ini diperkirakan akan menelan dana total Rp 3,5 triliun dan diestimasi rampung pada 2018. (Aprillia Ika)


SUMBER : Kompas.com
Editor Sanny Cicilia

E-COMMERCE

Feedback   ↑ x
Close [X]