kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Produksi gula BUMN terancam turun 20-25%


Senin, 18 Oktober 2010 / 17:30 WIB
Produksi gula BUMN terancam turun 20-25%
ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan perempuan


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Faktor cuaca yang kurang bagus berpotensi menyusutkan produksi gula milik pemerintah sebesar 20-25% menjadi 1,73 juta ton dari yang dipatok semula sebesar 2,5 juta ton.

Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Megananda Daryono, Senin (18/10).

Untuk menambal kekurangan gula tersebut, kata Megananda, mau tidak mau pemerintah harus mengimpor gula.

Hanya saja, Sekretaris PTPN XI, Adig Suwandi menjelaskan, impor juga tidak mudah. Pasalnya, beberapa negara juga mengalami kondisi kekacauan iklim yang sama.

Pakistan, salah satu produsen gula, dikabarkan akan mengimpor 500 ribu ton raw sugar lantaran produksinya hanya 3,8 juta ton sementara konsumsinya mencapai 4,3 juta ton.

Menurut data yang dilansir World Sugar Report, produksi gula dunia saat ini defisit sampai 6,45 juta ton. Tingkat produksi gula di pasar global yang mencapai 153,11 juta ton nyatanya tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi yang mencapai 159,56 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×