kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.008   45,00   0,25%
  • IDX 5.779   83,72   1,47%
  • KOMPAS100 750   15,02   2,04%
  • LQ45 569   12,17   2,19%
  • ISSI 200   1,86   0,94%
  • IDX30 322   6,82   2,16%
  • IDXHIDIV20 396   7,56   1,94%
  • IDX80 85   1,72   2,06%
  • IDXV30 108   1,34   1,27%
  • IDXQ30 104   1,85   1,82%

2030, pertumbuhan ekonomi Indonesia 8,5%


Selasa, 05 Oktober 2010 / 12:23 WIB


Reporter: Gloria Haraito |

JAKARTA. Visi Indonesia 2030 menilai, saat ini Indonesia masih termasuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah. Posisi ini diperkirakan akan bertahan hingga 2015 dan di tahun itu GDP Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 5.000-6.000 per kapita. Hal ini dicuatkan oleh Chairul Tanjung dalam orasi Visi Indonesia 2030 dalam Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-47, di Dramaga Bogor, Selasa (5/10). Visi Indonesia 2030 merupakan proyeksi ekonomi yang dirancang oleh Yayasan Indonesia Forum (YIF).

Menurut Chairul, proses industrialisasi akan menjadi pendorong ekonomi Indonesia memasuki kelompok negara maju dengan GDP Indonesia mencapai US$ 18.000 per kapita pada tahun 2030. Namun, angka tersebut bisa dicapai bila tahun tahun ini hingga 2015 perekonomian Indonesia tumbuh 5%-7%. Sementara tahun 2015-2025 perekonomian tumbuh 9%-11%. Dengan begitu, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2030 8,5% dengan ekspektasi inflasi 3% per tahun.

Chairul menyadari, banyak pihak meragukan Visi Indonesia 2030. Namun, kata Chairul, dulu YIF memproyeksikan, GDP Indonesia tahun ini mencapai US$ 2.359 per kapita. "Kenyataannya tahun ini GDP kita US$ 3.000 per kapita," lanjut Chairul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×