kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

3 syarat taksi Blue Bird mau pakai BBG


Jumat, 22 Februari 2013 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Financial Technology (Fintech).


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Operator taksi Blue Bird Group mengaku siap melakukan konversi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) minyak ke bahan bakar gas (BBG). Meski setuju, tetapi ada beberapa catatan yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh pemerintah.

Berikut tiga syarat yang diminta oleh Purnomo Prawiro, Direktur Utama Blue Bird Group ketika dihubungi KONTAN di Jakarta, Kamis (21/2).

Garansi mobil tidak hilang

Purnomo menginginkan jika armada taksinya menambah tangki gas, maka tidak menghilangkan masa garansi mobilnya ke pabrikan. "Pemerintah harus bisa pastikan itu," pinta Purnomo.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)

Karena mobilitas taksi sangat tinggi, Purnomo meminta pemerintah memperbanyak SPBG tersebut. Apalagi, kata Purnoomo, setiap pengisian BBG ke mobil butuh waktu lebih lama, untuk satu jam yang terlayani hanya 30 mobil. "Sedangkan di pool taksi kami jumlah taksinya mencapai 200-800 mobil," ujarnya.

BBG harus lebih murah

Purnomo bilang, agar pihaknya beralih menggunakan BBG, Ia meminta pemerintah memastikan harga BBG jauh lebih murah atau lebih ekonomis daripada harga premium. "Kalau bisa sampai setengah harga (Premium)." Tuntut Purnomo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×