kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

70% Selang Elpiji yang Beredar adalah Selang Plastik


Selasa, 27 Juli 2010 / 10:20 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Selang elpiji yang beredar di masyarakat merupakan selang plastik; bukannya selang karet. Selang yang terbuat dari plastik tersebut mulai marak beredar sejak tahun 2008.

Selang yang terbuat dari plastik ini terbilang berbahaya karena saat pengguna elpiji memasak maka kompor menghasilkan panas dan akan melunakkan ujung selang plastik yang terkoneksi dengan kompor. Dus, selang tersebut mengalami deformasi sekaligus terkena propana yang menyebabkan gas bocor pada titik tersebut.
Hal ini ditengarai memicu ledakan elpiji kemasan 3 kg.

"Yang sangat menakutkan bahwa selang plastik ini beredar hampir 70% di pasar dan berlabel SNI," kata Ketua Asosiasi Produsen Selang Karet Kompor Elpiji (APSEGI), Johanes Harmawan, Selasa (27/7).

Pembuatan selang berbahan plastik tersebut menggunakan teknologi thermoplastik yang tidak tahan panas. Selang plastik tersebut lebih murah ketimbang karet dominan. Namun, selang plastik tidak tahan panas dan tidak memenuhi standar keamanan lingkungan.

"Sampah plastik tidak terurai dalam waktu lama. Bila dibakar akan mengeluarkan partikel radikal bebas yang sangat berbahaya dan mematikan," jelas Johanes.

Tapi, ledakan bukan hanya disebabkan oleh selang plastik saja. Bila konsumen menggunakan selang karet, faktor usia selang karet juga ikut berpengaruh. "Selang karet kompor gas elpiji memiliki usia ideal 1,5 tahun dengan pemakaian yang terus menerus," lanjut Johanes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×