kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Adaro Energy (ADRO) membidik produksi batubara 54 juta ton


Selasa, 07 September 2021 / 07:50 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat realisasi produksi batubara sebanyak 26,49 juta ton batubara sepanjang semester pertama tahun ini. Capaian tersebut turun 3% dari total produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 27,29 juta ton batubara.

“Dari sisi produksi kami menargetkan 52 juta ton-54 juta ton batubara pada tahun ini,” ungkap Mahardika Putranto, Sekretaris Perusahaan Adaro dalam paparan publik, Senin (6/9). Mahardika optimistis pasar batubara masih sangat baik sejak awal tahun ini seiring dengan pemulihan ekonomi.

Penurunan produksi batubara ini turut menurunkan volume penjualan batubara Adaro Energy sebesar 5% menjadi 25,78 juta ton ketimbang semester pertama tahun sebelumnya dengan total 27,13 juta ton batubara. Meski produksi dan penjualan turun, tapi kenaikan harga batubara menyokong kinerja keuangan ADRO.

Baca Juga: Kinerja sejumlah emiten batubara tersokong kenaikan harga batubara

Adaro Energy mencatat kenaikan pendapatan 15% yoy menjadi US$ 1,56 miliar di semester pertama 2021. Di saat yang sama, emiten ini mengantongi laba inti sebesar US$ 330 juta pada semester pertama 2021. Laba ini naik sekitar 45% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Sampai paruh pertama tahun ini, penjualan batubara ke pasar domestik sebesar 28%. Penjualan ke China 20%, kemudian pasar Asia Tenggara sebesar 22%, Asia Timur 18%, India 10%, dan Selandia Baru 2%.

ADRO juga merealisasikan belanja modal bersih sebesar US$ 74 juta, turun 35% dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Pengeluaran belanja modal pada periode ini digunakan untuk pembelian dan penggantian alat berat serta biaya pemeliharaan untuk kapal.

Baca Juga: ADRO Menjajaki Proyek Gasifikasi Batubara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×