kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

ADB beri pinjaman US$ 5 miliar untuk sektor energi


Jumat, 09 Oktober 2015 / 20:27 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Program pengembangan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan di Indonesia ternyata menarik perhatian Asian Development Bank (ADB). Country Director ADB Steven R Tabor mengatakan, ADB akan memberikan pinjaman sebesar US$ 5 miliar untuk keperluan energi di Indonesia untuk 4-5 tahun ke depan.

Penandatanganan pinjaman tersebut pun telah dilakukan ADB dengan Menteri ESDM, Sudirman Said Kamis (8/10) kemarin.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bilang dana pinjaman tersebut merupakan komitmen yang cukup besar dan memiliki fleksibilitas untuk dimanfaatkan. "Tinggal nanti kita bisa merespons enggak untuk program yang baik,” kata Sudirman, Kamis (8/10).

Sementara itu, Steven menyebutkan prioritas kunci kemajuan energi di Indonesia adalah energi baru yang bersih. Untuk itu ADB berkomitmen untuk mendukung sebanyak mungkin pembangunan Pusat Riset dan Teknologi Energi Bersih.

Diharapkan dengan adanya Pusat Riset dan Teknologi Energi Bersih tersebut bisa menciptakan inovator teknologi bersih baik dengan teknologi dari dalam maupun luar negeri.

Steven bilang dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk memperbaiki sistem transmisi dan distribusi lewat PLN, sebagai salah satu dukungan untuk perbaikan stabilitas keamanan transmisi di Indonesia. Selain itu juga akan digunakan untuk memperkenalkan jaringan gas di Indonesia bagian timur dan mendukung proyek hydro power.

Selain dana pinjaman, ADB juga akan memberikan dana hibah, terutama untuk Pusat Riset dan Teknologi Bersih.

“Saya belum bisa memastikan jumlahnya, tergantung berapa banyak yang dibutuhkan. ADB sendiri akan invest beberapa juta dollar AS dan mencoba mencari donor lain untuk menanam hibah di pusat riset,” jelas Steven.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×