kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.512   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aeki: Pelemahan rupiah tak untungkan eksportir kopi


Minggu, 02 September 2018 / 18:12 WIB
ILUSTRASI. Petani memetik biji kopi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (Aeki) mengatakan, adanya pelemahan nilai tukar rupiah tak lantas menguntungkan eksportir meski volume ekspor meningkat.

Ketua Kompartemen Industri Hilir Aeki Moelyono Soesilo mengatakan, hal ini disebabkan harga kopi di pasar global menunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

"Harga menurun dalam 2 -3 minggu terakhir. Harga kopi robusta sempat menyentuh US$ 1.500 per ton, padahal di awal Agustus harga masih sekitar US$ 1.700 per ton, dan di awal tahun masih sekitar US$ 1.800 per ton," ujar Moelyono kepada Kontan.co.id, Minggu (2/9).

Menurunnya harga kopi ini, menurut Moelyono justru akan memberatkan petani. Pasalnya, harga perlahan-lahan akan turut menurun.  

Menurutnya, harga kopi dalam negeri di tingkat eksportir tahun ini berkisar Rp 24.000 per kg, sementara tahun lalu harganya bisa mencapai Rp 28.000 per kg.

Moelyono memperkitakan, produksi kopi akan mencapai 660.000 - 690.000 ton hingga akhir tahun. Ekspor kopi pun akan mencapai 420.000 ton, di mana sebagian besar adalah ekspor kopi robusta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×