kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Produk jamu dan herbal menjadi kontribusi terbesar penjualan Sido muncul


Senin, 27 Agustus 2018 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. Jamu Kemasan Dalam Botol Produksi PT Sidomuncul


Reporter: Aulia Fitri Herdiana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Segmen jamu dan herbal dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjadi kontributor penjualan terbesar selama semester I-2018.

Produk SIDO terbagi dalam tiga segmen, yakni jamu dan herbal yang terdiri dari produk Tolak angin, jamu-jamuan dan suplemen, food and beverages yang terdiri dari permen, Kukubima Ener-G, Kopi Jahe, Susu Jahe, Jahe Wangi, Kunyit Asam dan lainnya serta produk farmasi yang terdiri dari obat-obatan produksi PT Berlico Mulia Farma.

Dalam pemaparan publik, Senin (27/8), penjualan SIDO mengalami kenaikan 5,4% menjadi Rp 1,27 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,21 triliun.

Menurut Leonard, Direktur SIDO kenaikan tersebut didorong oleh produk jamu dan herbal. "Produk Jamu dan Herbal bertumbuh hingga 7,4%, dan farmasi tumbuh 10%," terangnya. Pertumbuhan Jamu dan Herbal didorong oleh produk favorit SIDO yakni Kukubima dan Tolak angin yang berkontribusi hampir 90% dari total penjualan.

Sementara, Healthy Food and Beverages tumbuh tipis sebesar 0,4%. Leonard mengaku, meski tipis pertumbuhan di sektor ini patut diacungi jempol karena mampu tumbuh ditengah pasar yang tengah lesu.

Hingga akhir tahun, SIDO menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar single digit dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan laba, ditargetkan minimal meraih Rp 600 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×