kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.737   52,00   0,29%
  • IDX 6.369   -229,81   -3,48%
  • KOMPAS100 844   -30,48   -3,49%
  • LQ45 636   -15,02   -2,31%
  • ISSI 227   -10,67   -4,48%
  • IDX30 363   -6,41   -1,74%
  • IDXHIDIV20 449   -6,22   -1,37%
  • IDX80 97   -3,08   -3,08%
  • IDXV30 125   -3,36   -2,62%
  • IDXQ30 118   -1,34   -1,12%

Ahli forensik digital: 91 juta data pelanggan Tokopedia dijual di forum gelap


Senin, 04 Mei 2020 / 06:15 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dugaan kebocoran data yang dialami platform e-commerce Tokopedia disebut lebih dari 15 juta pelanggan. Ahli forensik digital Ruby Zukri Alamsyah menyebutkan ada juga 91 juta data pelanggan yang juga ikut bocor.

Menurutnya, ada dua data yang dipegang oleh peretas yang membobol Tokopedia. "15 juta data pelanggan ini yang diperbolehkan diunduh publik, sisanya sebanyak 91 juta data pengguna dijual di forum gelap dengan total US$ 2.000," ujarnya kepada  kontan.co.id , Minggu (3/5).

Baca Juga: Pernah mengalami kebocoran data, begini cara Bukalapak mengamankan sistemnya

Ruby menilai e-commerce kurang belajar dari insiden yang sudah terjadi sebelumnya. Ia menjelaskan, kasus Tokopedia saat ini juga serupa dengan kasus Bukalapak pada Maret tahun lalu dengan bocornya 12,9 juta data pelanggannya.

"Dilihat secara publikasi, secara penjualan terlihat modusnya tergolong sama yang mana Bukalapak tahun lalu berbentuk SQL dan Tokopedia berbentuk text dump dari database PostgreSQL," terangnya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan seharusnya pelaku e-commerce tak hanya menggunakan teknik hashing untuk melindung password pengguna saja.

Melainkan, juga harus meningkatkan teknik lainnya guna melindungi data pribadi pelanggan seperti email, nomor telepon genggam, lokasi, dan lain sebagainya untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang kurang bertanggung jawab.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×