kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

AISI Klaim Efek Pelemahan Rupiah Belum Terasa Bagi Industri Sepeda Motor


Rabu, 11 Oktober 2023 / 20:45 WIB
AISI Klaim Efek Pelemahan Rupiah Belum Terasa Bagi Industri Sepeda Motor
ILUSTRASI. Penjualan sepeda motor pada sebuah pusat perbelanjaan di Bogor, Minggu (10/9/2023). (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebut tren koreksi mata uang rupiah sejauh ini belum berdampak pada kelangsungan industri motor nasional.

Mengutip Bloomberg, pada Rabu (11/10) kurs rupiah sebenarnya menguat 0,25% ke level Rp 15.700 per dolar AS. Namun, tetap saja rupiah masih dalam tren melemah. Sebab, sekitar April-Juni lalu, rupiah sempat bergerak di bawah level Rp 15.000 per dolar AS.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia Sigit Kumala menilai, pelemahan rupiah tidak serta merta membuat biaya produksi motor di Indonesia membengkak. 

Sampai saat ini, produksi motor nasional masih berlangsung normal. Hal ini didukung oleh fakta bahwa sebagian besar komponen motor konvensional sudah bisa dipasok dari pasar domestik, sehingga risiko volatilitas kurs bisa diredam.

Baca Juga: Intip Siasat Industri Farmasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Lagi pula, para produsen motor tidak hanya memandang naik-turunnya pergerakan kurs rupiah dalam jangka pendek.

“Biasanya para produsen melakukan evaluasi dalam kurun waktu 3-4 bulan sebelum menentukan kebijakan berikutnya,” ujar Sigit, Rabu (11/10).

Lantas, untuk saat ini AISI mengklaim harga jual motor di dalam negeri tidak mengalami kenaikan terlepas dari kondisi kurs. AISI juga tetap meyakini penjualan motor nasional bisa mencapai 6 juta unit pada akhir tahun nanti.

Namun, AISI juga tetap menaruh sikap waspada. Apabila pelemahan rupiah terus terjadi, dikhawatirkan harga barang-barang kebutuhan pokok ikut naik sehingga berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat Indonesia.

“Kalau hal ini tidak bisa dikendalikan, pasti konsumen akan pilih memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu,” tandas Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×