kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.951   104,00   0,58%
  • IDX 5.934   -261,00   -4,21%
  • KOMPAS100 787   -37,56   -4,56%
  • LQ45 594   -24,82   -4,01%
  • ISSI 205   -9,07   -4,23%
  • IDX30 337   -12,18   -3,48%
  • IDXHIDIV20 417   -11,18   -2,61%
  • IDX80 89   -4,27   -4,57%
  • IDXV30 114   -3,50   -2,98%
  • IDXQ30 109   -3,24   -2,89%

Aliran dana industri ke dokter?


Senin, 26 September 2016 / 20:05 WIB
ILUSTRASI.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

Terkait aliran dana seperti temuan PPATK, Daeng berhara hal tersebut ditelusuri serius, termasuk untuk menemukan dugaan adanya oknum pejabat di Kementerian Kesehatan yang ikut kecipratan.

"Kita kan tidak tahu, tapi tidak mungkin kosonglah. Kalau ada dokter menyalahgunakan profesi, sementara oknum di Kementerian Kesehatan menyalahgunakan kekuasaan, harus ada bukti dan ditelusuri, meski fakta di lapangan saat ini biaya dan obat-obatan obatan sudah mencapai langit ke tujuh," ungkapnya.

Ia mengingatkan, kecurigaan ke Kemenkes beralasan karena lembaga itu juga seringkali menjadi perpanjangan industri tertentu.

Sebelumnya, KPK mengakui telah menerima laporan mengenai aliran keuangan mencurigakan ke sejumlah dokter.

Laporan yang KPK terima dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tersebut jumlahnya mencapai Rp 800 miliar.

"Itu baru kami terima dari PPATK, baru dua pekan lalu," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK Jakarta, Jumat (16/9).

Menurut Yuyuk, KPK masih harus menganalisis dan menelusuri indikasi korupsi dalam aliran dana mencurigakan tersebut. (Choirul Arifin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×