kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Amonium nitrat impor membanjiri pasar lokal

Senin, 09 Juli 2018 / 12:57 WIB

Amonium nitrat impor membanjiri pasar lokal
ILUSTRASI. Bahan peledak Kaltim Nitrate Indonesia



KONTAN.CO.ID - BONTANG. Serbuan produk amonium nitrat (AN) impor masih menjadi keluhan produsen dalam negeri. Pasalnya, tanpa impor, kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi oleh produksi lokal.

Direktur Utama PT Kaltim Nitrate Indonesia, Mei Suryawan, mengatakan, saban tahun kebutuhan AN dalam negeri mencapai 400.000 ton. Produk AN impor mencuil kebutuhan pasar itu hingga 90.000 ton AN. Alhasil, pasar AN lokal saat ini kelebihan pasokan 100.000 ton.


Padahal, pelaku industri AN dalam negeri mumpuni untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut. Bahkan hanya dengan mengandalkan tiga produsen, misalnya. Taruhlah Kaltime Nitrate dengan kemampuan produksi 300.000 ton, PT Multi Nitrotama Kimia 150.000 ton dan PT Black Bear Resources Indonesia sebesar 60.000 ton. Total kopral produksi ketiga perusahaan itu sudah mencapai 510.000 ton.

Namun kenyataannya, pelaku industri AN dalam negeri hampir tak bisa berkutik menghadapi pilihan pasar terhadap produk AN impor yang berharga lebih miring. "Kami mengharapkan pemerintah menahan produk impor yang sampai saat ini masih tidak dikenai bea masuk sama sekali, terutama juga untuk menghadapi praktik dagang tidak wajar produsen luar negeri," tutur Mei di Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu (7/7).

Selama ini, komposisi penjualan Kaltim Nitrate terdiri dari 70% pasar domestik dan 30% pasar mancanegara. Tujuan ekspor mereka adalah Malaysia, Filipina, Papua Nugini, India dan Australia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tak menutup mata dengan kondisi serbuan produk AN impor tersebut. "Untuk jangka pendek, akan dibatasi impornya, seperti amonium nitrat karena produksi dalam negeri sudah banyak," janji Airlangga, dalam kunjungan kerja ke Kaltim Industrial Estate di Bontang, Sabtu (7/7) lalu.

Kementerian Perindustrian (Kemperin) menilai, AN sebagai bagian dari industri kimia merupakan produk potensial Indonesia. Tahun lalu, industri kimia nasional tumbuh 3,48% dengan penambahan investasi Rp 42,2 triliun.

Selain impor, Kemperin mengakui tantangan lain pelaku industri adalah harga gas alam. Andaikata harga gas kompetitif, industri nasional bisa lebih berdaya saing.


Reporter: Agung Hidayat
Editor: Wahyu Rahmawati

MANUFAKTUR

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0769 || diagnostic_web = 0.3754

Close [X]
×