kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Anabatic Technologies (ATIC) Optimistis Kinerja 2026, Ekspansi Bisnis Berlanjut


Rabu, 12 Agustus 2026 / 15:43 WIB
Anabatic Technologies (ATIC) Optimistis Kinerja 2026, Ekspansi Bisnis Berlanjut
ILUSTRASI. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) (Dok/ATIC)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) optimistis mempertahankan pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026. Perseroan akan memperkuat portofolio bisnis, memperluas pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Adriansyah Adnan mengatakan, optimisme tersebut ditopang kinerja semester I-2026. Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan Anabatic tercatat melebihi target yang telah ditetapkan perseroan.

“Anabatic Technologies optimistis terhadap prospek kinerja hingga akhir tahun 2026,” kata Adriansyah kepada KONTAN, Rabu (12/8/2026).

Memasuki semester II-2026, perseroan akan berfokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), kualitas layanan, dan efisiensi operasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Dari sisi pengembangan usaha, Anabatic memperkuat bisnis melalui dua subholding utama, yakni KPSG Group dan CTI Group.

KPSG Group semakin fokus pada modernisasi layanan customer experience (CX), dan pemanfaatan solusi berbasis artificial intelligence (AI). Sementara untuk CTI Group terus mengembangkan bisnis melalui penambahan portofolio produk.

CTI Group pun mulai mengembangkan solusi di bidang non-IT technology, termasuk renewable technology. Sementara itu, sektor perbankan dan keuangan masih menjadi target utama perseroan.

Baca Juga: Anabatic Bidik CAGR 10% hingga 2030, Irfan Setiaputra Jadi Presiden Komisaris Baru

Anabatic juga memperluas jangkauan pasar ke sektor manufaktur, dan fast-moving consumer goods (FMCG). KPSG Group turut memperluas penetrasi ke sektor perbankan, termasuk bank digital dan multifinance.

Selain ekspansi pasar, perseroan mengembangkan sejumlah intellectual property (IP), antara lain ARSI, Kouventa, Nebula Cloud Console (NCC), dan Ofis. Pengembangan IP tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat portofolio produk dan layanan.

Di sisi belanja modal, Anabatic menjalankan model bisnis yang relatif asset-light. Oleh sebab itu, perseroan tidak berencana melakukan investasi capex dalam skala besar untuk pembangunan aset fisik.

Capex 2026 akan lebih banyak diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha. Penggunaan modal mencakup investasi atau akuisisi untuk ekspansi, pengembangan produk dan IP, serta penguatan kapabilitas teknologi dan operasional.

“Perseroan tidak berencana melakukan investasi Capex dalam skala besar untuk pembangunan aset fisik, melainkan memprioritaskan penggunaan modal pada area yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan bisnis dan peningkatan daya saing,” ujar Adriansyah.

Besaran capex yang direalisasikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang bisnis. Termasuk perkembangan rencana ekspansi dan investasi strategis perseroan.

Dengan strategi tersebut, Anabatic optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Perseroan juga berupaya meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui penguatan portofolio produk dan layanan yang memiliki nilai tambah serta margin lebih baik.

Baca Juga: Laba Anabatic Technologies Tumbuh 13,2%, Ini Pendorong Kinerja 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×