Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menilai pasar kendaraan niaga pada 2026 masih menyimpan potensi pertumbuhan, meski dibayangi tantangan daya beli, regulasi, serta meningkatnya biaya operasional.
Di tengah tren impor truk asal China yang terus berlanjut, Isuzu memilih memperkuat daya saing lewat efisiensi produksi, penguatan TKDN, dan layanan purna jual.
Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, mengatakan perseroan terus memantau dinamika pasar seiring masuknya truk impor.
“Isuzu telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia dan memiliki fasilitas produksi sendiri melalui Isuzu Karawang Plant. Kami terus memantau dinamika pasar, termasuk tren masuknya truk impor asal China,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
Rian menegaskan masuknya produk impor merupakan bagian dari mekanisme pasar, namun tetap perlu diimbangi kepatuhan regulasi.
Baca Juga: Optimis Hadapi 2026, Isuzu Ungkap Logistik dan FMCG Jadi Penopang Kendaraan Niaga
“Kami memahami masuknya produk impor adalah bagian dari mekanisme pasar, tetapi setiap merek harus mematuhi regulasi yang berlaku untuk mendukung kemajuan industri otomotif Indonesia,” katanya.
Meski persaingan kian ketat, Isuzu mengklaim kinerja penjualan masih stabil.
“Di tengah meningkatnya intensitas persaingan, Isuzu tetap mampu menjaga performa penjualan yang stabil, didukung oleh kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk dan layanan purna jual,” ujar Rian.
Untuk tahun ini, Isuzu melihat sektor logistik, distribusi, dan infrastruktur masih menjadi motor permintaan kendaraan niaga.
“Untuk tahun ini, Isuzu melihat pasar kendaraan niaga masih memiliki potensi, terutama dari sektor logistik, distribusi, dan infrastruktur,” tuturnya.
Dalam menghadapi tren impor truk China, Isuzu menyiapkan sejumlah langkah strategis. Isuzu juga terus meningkatkan efisiensi produksi di Isuzu Karawang Plant, mengembangkan produk sesuai kebutuhan konsumen Indonesia, serta memperkuat layanan purna jual berbasis Total Support.
Isuzu juga menegaskan komitmennya pada penguatan industri dalam negeri.
“Kami berkomitmen mendukung penguatan industri dalam negeri melalui penerapan TKDN dan aktif memperkuat kerja sama dengan pemasok lokal,” tambahnya.
Baca Juga: Ekspor Isuzu Tumbuh 3,8% Didorong Permintaan Traga dari Filipina dan Amerika Latin
Sementara itu, Communication Management Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Puti Annisa Moeloek, mengatakan tantangan di 2026 masih cukup beragam.
“Dari sisi daya beli yang terdampak perlambatan ekonomi global, penyesuaian regulasi, hingga biaya operasional yang cenderung naik,” ujarnya.
Namun, peluang pertumbuhan tetap terbuka di sejumlah sektor. "Logistik, distribusi barang kebutuhan pokok, FMCG, serta sektor perkebunan dan agribisnis masih menunjukkan kebutuhan kendaraan niaga yang stabil,” kata Puti.
Dari sisi kinerja, Isuzu mencatatkan hasil solid sepanjang 2025. Isuzu berhasil mempertahankan market share di 28,8% (YTD Nov 2025), dengan pertumbuhan paling solid di segmen medium pick up, yaitu Isuzu TRAGA.
Ke depan, Isuzu memproyeksikan pasar kendaraan niaga bergerak stabil didorong aktivitas logistik dan distribusi nasional.
“Di 2026, Isuzu memproyeksikan pasar kendaraan niaga bergerak stabil dengan pertumbuhan yang terukur, didorong oleh aktivitas logistik dan distribusi nasional,” pungkas Puti.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Isuzu Manfaatkan Proving Ground BPLJSKB
Selanjutnya: BI Sudah Beli SBN Rp 23,69 Triliun pada Januari 2026
Menarik Dibaca: Biji Nangka Rebus: 4 Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan Optimal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













