kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.067   29,58   0,49%
  • KOMPAS100 792   4,26   0,54%
  • LQ45 601   -0,98   -0,16%
  • ISSI 210   3,11   1,50%
  • IDX30 340   -0,60   -0,17%
  • IDXHIDIV20 422   -0,84   -0,20%
  • IDX80 90   0,41   0,45%
  • IDXV30 115   0,71   0,62%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Anggota DPR minta pemerintah stop produksi LCGC


Kamis, 19 September 2013 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berangkat dari Downing Street untuk memberikan pernyataan di Houses of Parliament di London, Selasa (19/4/2022). REUTERS/Toby Melville


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Nusyirwan Soejono meminta pemerintah menghentikan produksi mobil murah untuk seluruh merek. Alasannya, mobil murah hanya menambah kemacetan di ibukota.

"Solusinya minta ke pemerintah agar tidak lagi memproduksi kendaraan murah," ujar Nusyirwan, Kamis (19/9/2013).

Nusyirwan juga meminta pemerintah lebih fokus membangun transportasi umum ketimbang mobil murah. Pasalnya angkutan umum lebih efektif mengurangi kemacetan. "Buat transportasi massal, kenapa kendaraan pribadi murah dibikin," ungkap Nusyirwan.

Anggota DPR dari fraksi PDI-P itu juga tak setuju jika gubernur dan pemimpin daerah lainnya membatasi jumlah penjualan mobil murah di setiap wilayah. Karena mobil murah yang dijual di daerah bisa sewaktu-waktu masuk ke kota-kota besar tanpa bisa dicegah atau dibatasi.

"Pola keputusan semua pemda membatasi penjualan mobil murah juga akan menimbulkan masalah," papar Nusyirwan. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×