CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Anggota DPR minta pemerintah stop produksi LCGC


Kamis, 19 September 2013 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berangkat dari Downing Street untuk memberikan pernyataan di Houses of Parliament di London, Selasa (19/4/2022). REUTERS/Toby Melville


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Nusyirwan Soejono meminta pemerintah menghentikan produksi mobil murah untuk seluruh merek. Alasannya, mobil murah hanya menambah kemacetan di ibukota.

"Solusinya minta ke pemerintah agar tidak lagi memproduksi kendaraan murah," ujar Nusyirwan, Kamis (19/9/2013).

Nusyirwan juga meminta pemerintah lebih fokus membangun transportasi umum ketimbang mobil murah. Pasalnya angkutan umum lebih efektif mengurangi kemacetan. "Buat transportasi massal, kenapa kendaraan pribadi murah dibikin," ungkap Nusyirwan.

Anggota DPR dari fraksi PDI-P itu juga tak setuju jika gubernur dan pemimpin daerah lainnya membatasi jumlah penjualan mobil murah di setiap wilayah. Karena mobil murah yang dijual di daerah bisa sewaktu-waktu masuk ke kota-kota besar tanpa bisa dicegah atau dibatasi.

"Pola keputusan semua pemda membatasi penjualan mobil murah juga akan menimbulkan masalah," papar Nusyirwan. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×