kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Anggota ITRC berupaya dongkrak harga karet


Minggu, 06 November 2016 / 21:51 WIB
Anggota ITRC berupaya dongkrak harga karet


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Negara-negara produsen karet terbesar di dunia yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) akan melakukan pertemuan membahas penurunan harga karet di Kementerian Perdagangan, Senin (7/11). Anggota ITRC tersebut yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia plus Vietnam. Mereka membahas mengenai ketidakstabilan harga karet dalam beberapa tahun terakhir. 

Dalam sepekan terakhir, harga karet anjlok sekitar 3,10% menjadi US$ 177,80 per kg pada 4 November 2016 dari dari sebelumnya US$ 183,50 per kg pada 31 Oktober. Ketua Dewan Karet Indonesia, Azis Pane mengatakan, salah satu poin yang akan dibahas dalam pertemuan ini adalah tentang kebijakan kembali membatasi ekspor karet.

"Pengembangan hilirisasi dalam negeri masing-masing juga menjadi salah satu poin penting yang dibahas," ujar Azis kepada KONTAN, Minggu (6/11).

Ia menjelaskan sejauh ini harga karet sudah lebih baik bila dibandingkan awal tahun 2016 lalu. Untuk itu, ke depan bila ekspor karet dibatasi dan industri karet dalam negeri sudah berkembang, maka harga karet akan dapat meningkat lagi sehingga petani karet kembali menyadap karet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×