kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Antisipasi El Nino, Sawah Lebak dimaksimalkan


Senin, 30 November 2015 / 22:21 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Fenomena El Nino pada tahun ini dinilai masih terus belangsung sampai tahun 2016 mendatang. Karena itu, tanaman pertanian belum aman dari ancaman gagal panen alias puso pada tahun depan.

Bila El Nino kembali menyerang pada bulan Februari dan Maret, maka akan ada ancaman besar terhadap panen raya yang berlangsung pada bulan Maret 2016. Untuk itu, Kemtan menyusun sejumlah stragtegi, salah satunya dengan mendorong pengembangan sawah lebak.

"Kita cross saja dengan sawah tadah hujan. Ini kantong kiri dan kantong kanan kita," ujar Hasil di Gedung Kemtan, Senin (30/11).

Sawah lebak yang dimaksud adalah sawah yang berada di lahan rawa. Sawah ini akan banjir ketika musim hujan tiba, sehingga tidak bisa ditanami padi. Namun ketika musim kemarau tiba, air di daerah rawa ini akan turun sehingga sebagian besar permukaan lahan rawa bisa ditanami padi.

Sawah lebak ini terdapat banyak di Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan hitungan Kemtan, total lahan rawa nasional pada musim kemarau yang dapat dimanfaatkan sebagai sawah dengan total mencapai 801,900 ha. Luas tersebut lebih luas ketimbang lahan yang dapat dimanfaatkan pada kondisi iklim normal yang sebesar 564.200 ha.

Saat ini lahan rawa tersebar di empat provinsi yakni Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar 200.400 ha, tapi saat masuk musim kemarau meningkat menjadi 368.700 ha. Demikian juga dengan Riau seluas 113.600 ha meningkat menjadi 131.800 ha saat kemarau, Lampung dari kondisi normal 79.000 ha menjadi 137.900 ha waktu kemarau dan Kalimantan Selatan dari 153.000 ha menjadi 181.600 ha pada saat kemarau.

Saat ini kontribusi lahan rawa terhadap produksi beras nasional sekitar 14% dengan tingkat produktivitas rata-rata 4 ton gabah kering giling (GKG) per ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×