kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

AP II tunjuk Bandara Incheon kembangkan Kuala Namu


Selasa, 26 Juni 2012 / 08:45 WIB
ILUSTRASI. Pacific Pithon M320 VR


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Angkasa Pura (AP) II resmi menunjuk Bandara International Incheon di Korea Selatan, sebagai sister airport Bandara Kualanamu, Medan. AP II berharap dengan penunjukkan ini maka Kualanamu akan siap menjadi salah satu bandara pengumpul atau hub yang diperhitungkan secara internasional.

Tri S Sunoko, Direktur Utama AP II, mengatakan, nantinya Bandara Kualanamu akan melakukan adopsi sistem yang dilakukan Incheon International Airport Corporation (IIAC) dalam mengelola Bandara Incheon. Dia yakin dengan memilih Bandara Incheon sebagai sister airport, banyak keuntungan yang diperoleh perusahaannya.

Incheon dikenal sebagai bandara terbesar di Korea Selatan dan menjadi salah satu bandara tersibuk di Asia. Selain itu bandara ini juga menjadi bandara tersibuk kedua dalam jalur pelayanan kargo internasional. Dengan pengalaman itu, IIAC diharapkan dapat membantu AP II untuk menyongsong pertumbuhan industri penerbangan di kawasan Asia yang tinggi.

Dengan waktu perjanjian selama tiga tahun, IIAC akan menyediakan dukungan teknik kepada AP II dalam hal pengoperasian, manajemen, pembangunan, pemasaran, strategi pengumpul, serta pendidikan dan pelatihan. "Kita targetkan bisa mengalihkan penumpang bandara di Malaysia dan Singapura," kata Tri, Senin (25/6).

AP II memang menargetkan Bandara Kualanamu sebagai bandara hub internasional pada 2018, atau 5 tahun setelah beroperasi optimal 2013.. "Saat ini IIAC baru sebagai konsultan, ke depan kedua pihak dapat bersama-sama berinvestasi dalam proyek pembangunan bandara baru," kata CW Lee, Chief Executive Officer (CEO) IIAC.

Bandara Kualanamu adalah bandara baru untuk menggantikan Bandara Polonia, Medan. Bandara Polonia dianggap sudah tidak mencukupi kebutuhan, sebab dari kapasitas 900 juta penumpang, bandara ini telah diisi 7,1 juta penumpang per tahun.

Berkapasitas 8,1 juta penumpang per tahun, dana yang dibutuhkan untuk membangun Kualanamu mencapai Rp 4,74 triliun. Dana itu didapatkan dari internal perusahaan sebesar Rp 1,81 triliun dan APBN Rp 2,93 triliun.

Bandara Kualanamu akan dilengkapi 2 runway paralel dan apron seluas 30 ha berkapasitas maksimal 33 pesawat. Selain itu bandara ini juga dibangun dengan terminal kargo seluas 13.000 m2 dan area parkir berkapasitas 1.400 kendaraan roda empat. Untuk aksesnya, bandara ini akan didukung jalan tol dan kereta api khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×