kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Apa Dampak BBM Beroktan Tinggi pada Kendaraan Lawas?


Rabu, 29 Desember 2021 / 10:15 WIB
Apa Dampak BBM Beroktan Tinggi pada Kendaraan Lawas?


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Senada dengan Bambang, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, penggunaan bensin paling bagus adalah yang sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan, tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi.

Menggunakan bensin dengan oktan yang lebih tinggi daripada yang seharusnya juga akan membuat pembakaran mesin menjadi tidak sempurna.

“Hal ini karena BBM dengan oktan tinggi proses terbakarnya juga lebih lama. Misalnya, harusnya BBM sudah terbakar maksimal 5 derajat setelah TMA tapi ini belum terbakar,” kata dia.

Baca Juga: Pemerintah Bersiap Menghapus BBM Jenis Premium

Hal ini, kata dia, berkaitan dengan tingkat kompresi kendaraan. Jika BBM yang digunakan tidak sesuai, akan menimbulkan dampak pada kendaraan.

“Menggunakan bensin harus sesuai dengan kompresi atau yang direkomendasikan pabrik. Jangan lebih rendah atau pun lebih tinggi karena akan ada efeknya untuk mesin,” ucap Suparna kepada Kompas.com belum lama ini.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.tv, berjudul: Jika Pertalite dan Premium Dihapus, Begini Dampak BBM Beroktan Tinggi pada Kendaraan Lawas

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Edy A. Putra

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×