kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

APBI : Februari harga ban bisa naik antara 5%-8%


Jumat, 21 Januari 2011 / 19:12 WIB
APBI : Februari harga ban bisa naik antara 5%-8%


Reporter: Yudo Widiyanto |

JAKARTA. Kenaikan harga karet membuat industri ban mulai was-was. Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan, sistem tanam yang gagal membuat pasokan karet seret sehingga harga kian melambung. Karena itu pada Februari mendatang harga produk ban bisa naik 5% hingga 8%."Mau tidak mau, kami mulai menyesuaikan harga," tutur Azis, Jumat (21/1).

Azis bilang penyesuaian harga ban juga dilakukan produsen ban di luar negeri. Seperti ban Bridgestone mengerek naik harga produknya 8% dan Michelin 7%. Besaran kenaikan harga yang dilakukan oleh produsen ban diluar negeri berada di kisaran 8%-12%. Sedangkan produsen ban di Korea Selatan menaikkan harga sekitar 11%."Kami sudah tidak bisa menahan harga lagi," tuturnya.

John Arsyad, Sales Department Manager PT Bridgestone Indonesia mengatakan, Februari Bridgestone akan merilis harga baru seluruh jenis ban. Bridgestone berencana menaikkan harga ban sebesar 5 hingga 7%. Saat ini Bridgestone memproduksi jenis ban mobil dan ban motor lebih dari 200 jenis ukuran. Arshad bilang, Bridgestone tidak bisa menahan beban tinggi harga karet karena melambung sejak akhir tahun lalu."Tidak bisa ditahan lagi, kalau karet naik pasti harga jual naik, harga baru segera dirilis bulan depan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×