kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

APKAI Minta Perkuat Kelembagaan Petani Demi Sukseskan Program Replanting


Jumat, 19 September 2025 / 19:09 WIB
APKAI Minta Perkuat Kelembagaan Petani Demi Sukseskan Program Replanting
ILUSTRASI. Foto udara lokasi peremajaan pohon kelapa sawit di Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (29/4/2023). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc. Pemerintah tengah menyiapkan program replanting seluas 870 ribu hektare perkebunan rakyat yang bisa menyerap 1,6 juta pekerja.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah menyiapkan program replanting seluas 870 ribu hektare perkebunan rakyat yang ditargetkan mampu menyerap 1,6 juta pekerja dalam dua tahun. Kakao menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam program ini.

Ketua Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI), Arief Zamroni, menilai pelaksanaan program ini berpotensi menyerap banyak tenaga kerja, namun masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan. 

Salah satunya adalah masalah birokrasi, karena tidak semua kabupaten memiliki dinas perkebunan sehingga koordinasi sering terhambat.

Baca Juga: PalmCo Bangun Pabrik Gas Biometan dari Limbah Sawit di Simalungun

Selain itu, keterbatasan jumlah penyuluh lapangan dan akses informasi yang belum merata membuat petani kesulitan memahami mekanisme program. 

“Kuncinya memperkuat lembaga petani, koordinasi lintas stakeholder, dan memulai secara masif. Jangan hanya ramai di pusat, tapi juga harus dirasakan di bawah,” ujar Arief kepada Kontan, Jumat (19/9/2025).

Ia menjelaskan, saat ini program replanting baru memasuki tahap awal. Pemerintah disebut tengah mempersiapkan pelatihan bagi petani muda serta melibatkan penangkar benih. 

Arief menilai, jika berjalan optimal, program ini tidak hanya sebatas rehabilitasi kebun tetapi juga mencakup ekstensifikasi lahan yang berpotensi menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Kalau ekstensifikasi berjalan, tenaga kerja yang terserap akan sangat banyak. Namun sampai saat ini saya belum tahu bagaimana skema pembiayaannya,” ujarnya.

Arief juga mencatat tren positif di sektor kakao tahun ini. Menurutnya, produksi meningkat lebih dari 10% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini harga kakao fermentasi di tingkat petani mencapai Rp 160.000 per kilogram, sementara non-fermentasi sekitar Rp 70.000 per kilogram. 

Ia optimistis bila program replanting pemerintah dapat terealisasi hingga 80%, Indonesia bisa kembali berjaya di pasar kakao global.

Baca Juga: LPP Agro Nusantara Jadi Mitra Fasilitator Pelatihan Petani oleh BPDP dan Ditjenbun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×