kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.930   30,00   0,17%
  • IDX 6.316   -24,47   -0,39%
  • KOMPAS100 834   -5,35   -0,64%
  • LQ45 631   -5,49   -0,86%
  • ISSI 217   -0,78   -0,36%
  • IDX30 356   -2,80   -0,78%
  • IDXHIDIV20 440   -3,20   -0,72%
  • IDX80 95   -0,75   -0,78%
  • IDXV30 118   -0,48   -0,40%
  • IDXQ30 114   -0,98   -0,85%

APPBI : Hampir tidak ada kenaikan harga sewa tahun ini


Kamis, 12 April 2018 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan Ritel - gerai ritel transmart carrefour


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan pada tahun ini hampir tidak terjadi kenaikan harga sewa. Hal ini karena anggota-anggota APPBI menjaga harga sewa agar tak menekan tenant.

Stefanus Ridwan, Ketua Umum DPP APPBI mengatakan dengan kondisi ekonomi seperti saat ini tidak bijak memberikan kenaikan sewa. Sebab, dampaknya justru pusat belanja akan ditinggalkan bila menaikkan harga sewa.

"Kenaikan biaya sewa hampir tidak ada, hampir sama (dengan tahun lalu). Dengan kondisi ekonomi yang sekarang penjualannya mulai turun mesti ada antisipasi itu," ujar Stefanus di Jakarta, Kamis (12/4).

Menurutnya, saat ini pusat belanja dituntut untuk lebih kreatif dalam mencari pendapatan. Tidak hanya mengandalkan sewa tenant saja, tetapi juga event. 

Dengan melakukan event, juga bisa meningkatkan tingkat kunjungan yang bisa berimbas kepada penjualan tenant. "Bukan agar kami survive saja, tetapi supaya penyewa kami survive," lanjut Stefanus.

Beberapa pusat perbelanjaan yang berhasil melakukan inovasi sepanjang tahun lalu bisa bertumbuh cukup baik. Tetapi juga banyak pusat belanja yang justru menurun, setidaknya ada 10 pusat belanja yang turun di level 10% sampai 59% sepanjang tahun lalu.

"Kalau naik, (tenant) fesyen yang tanggung pasti cabut. Di mall menengah itu fesyen-fesyen kelas atas juga cabut orang tidak laku," jelas Stefanus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×