kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

APPSI Minta Pasar Tradisional BSD dan Surakarta Jadi Contoh


Rabu, 18 November 2009 / 14:41 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Test Test

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Prabowo Subianto meminta Pemerintah menerapkan konsep pasar tradisional di komplek Bumi Serpong Damai (BSD) dan Kota Surakarta di pasar tradisional lain. “Ini menjadi contoh untuk membuat kebijakan dan membangun pasar tradisional,” jelas Prabowo Subianto, tadi malam.

Prabowo menegaskan, pemerintah pusat atau pemerintah daerah sebaiknya mengadopsi kebijakan pembangunan pasar tradisional ala pemerintah Kota Surakarta hasil kreasi Walikota Surakarta, Joko Widodo. Menurut Prabowo, Joko dengan arif tidak melakukan penggusuran terhadap pedagang kecil, tetapi malah menyediakan pasar bagi mereka dengan manajemen penglolaan yang baik.

“Dengan diakomodasi akhirnya pasar tradisional itu mendatangkan pendapatan bagi daerah,” tuturnya.

Berdasarkan data yang disuguhkan oleh APPSI, pada tahun 2003 saja terdapat 13.450 unit pasar dengan jumlah pedagang mencapai 12,655 juta orang dan pedagang sektor informal 9,685 juta orang. "Dan setiap pedagang itu menghidupi dan memperkajakan orang lebih banyak lagi,”jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×