kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

April Group tambah mesin kertas Rp 4 triliun


Jumat, 22 Mei 2015 / 14:29 WIB
ILUSTRASI. Petugas Costumer Service melayani nasabah di Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) Jakarta, Senin (22/10). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/10/2018.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Sanny Cicilia

PEKANBARU. Di tengah lesunya laju ekonomi nasional, April Group terus berinvestasi dengan mendatangkan mesin kertas yang ketiga. Penambahan mesin ini memakan biaya hingga Rp 4 triliun.

Managing Director April Group Indonesia Operation, Tony Wenas mengatakan, perusahaan harus menambah nilai produk yang dihasilkan. Sebab kebutuhan kertas pasar dunia makin beragam. Itu sebabnya, perusahaan membangun mesin kertas ketiga untuk memproduksi kertas digital premium.

"Tuntutan pasar ekspor makin tinggi. Mereka ingin hasil di atas kertas kualitas sebagus seperti gambar tertera pada gadget. Kami akan memulai produksi kertas tersebut paling lambat tahun depan. Agar pasar ekspor kami naik," papar Tony usai peresmian mesin kertas di Komplek Pabrik April Group hari ini, Jumat (22/5).

Untuk membeli mesin ini, perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 4 triliun. Nantinya, meskin dapat memproduksi kertas dengan kecepatan 1,4 km per menit. Kapasitas pabrik bertambah 250.000 ton per tahun.

Saat ini, April Group merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terbesar nasional. Kapasitasnya saat ini mencapai 2,8 juta ton pulp. Sekitar 820.000 ton kertas yang dihasilkan perusahaan milik Taipan Sukanto Tanoto memiliki standar internasional. .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×