Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memperkuat portofolio bisnis energi baru terbarukan (EBT) dengan melakukan ekspansi ke sektor energi surya.
Emiten pembangkit listrik tersebut resmi mengakuisisi 99,9% saham PT Endorshine Energy Solutions, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau.
Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina Masih Memanas, Pupuk Indonesia Siapkan Strategi Jaga Pasokan
Presiden Direktur Arkora Hydro Aldo Artoko mengatakan, akuisisi Endorshine merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi ARKO sebagai perusahaan EBT yang semakin terintegrasi.
“Akuisisi Endorshine mencerminkan komitmen kami untuk terus bertumbuh dengan tetap terbuka terhadap berbagai peluang pengembangan, baik secara organik maupun melalui langkah-langkah strategis secara anorganik," ujar Aldo dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan surat Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0393673 yang diterima pada 24 Agustus 2026, Endorshine telah efektif beroperasi di bawah PT Arkora Tenaga Matahari (ATM).
ATM merupakan anak usaha ARKO yang dibentuk sebagai kendaraan akuisisi untuk memperluas portofolio perseroan ke sektor energi surya.
Saham Endorshine sebelumnya dimiliki oleh Yang Solar Solutions Pte. Ltd. Seluruh persyaratan pendahuluan atau conditions precedent dalam transaksi tersebut telah terpenuhi sehingga proses akuisisi dinyatakan selesai.
Dengan transaksi tersebut, ARKO untuk pertama kalinya memiliki portofolio proyek PLTS.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Proyek PLTS 100 GWp Rampung dalam 2 Tahun
ARKO Operasikan Dua PLTS
Melalui akuisisi Endorshine, ARKO kini mengoperasikan dua PLTS dengan total kapasitas 21,3 megawatt peak (MWp).
Kedua fasilitas tersebut terdiri dari PLTS Bintan dengan kapasitas 10,27 MWp dan PLTS Batam berkapasitas 11,05 MWp.
“Akuisisi ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” kata Aldo.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Mulai Program PLTS 100 GWp, 14 Proyek Pertama Bidik 5,3 GWp
Dengan masuknya bisnis energi surya, portofolio EBT ARKO kini semakin beragam. Perseroan telah memiliki kapasitas terkontrak sebesar 84,1 MW, yang terdiri dari enam proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA/PLTMH) dengan total kapasitas 62,8 MW serta dua proyek PLTS dengan kapasitas 21,3 MWp.
Selain proyek yang telah terkontrak, total kapasitas dalam pipeline proyek ARKO mencapai lebih dari 300 MW.
Dari sisi keberlanjutan, ARKO mencatat telah berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 277.241 ton CO2e sepanjang 2017 hingga 2025.
Aldo mengatakan, penambahan portofolio PLTS semakin memperkuat kontribusi perseroan terhadap transisi energi nasional sekaligus mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata-mata mengenai perluasan skala operasional, tetapi juga bagaimana setiap langkah yang kami ambil dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” tandas Aldo.
Baca Juga: Lotte Chemical Klarifikasi Kabar Divestasi Aset di Indonesia dan Malaysia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














