kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 1,05%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Assist.id tawarkan kemudahan memanajemen klinik kesehatan


Jumat, 18 Oktober 2019 / 16:28 WIB
Assist.id tawarkan kemudahan memanajemen klinik kesehatan
ILUSTRASI. Assist.id tawarkan kemudahan memanajemen klinik kesehatan


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data dalam sebuah fasilitas kesehatan misalnya klinik tentunya semakin hari bertambah, seiring jumlah pasien yang datang. Penggunaan teknologi menjadi kunci dalam pengolahan dan manajemen data agar efisien.

Adanya teknologi juga membuat pengelola fasilitas kesehatan tak perlu menambah budget untuk pegawai baru dan menghemat pengeluaran alat tulis untuk pencatatan data. Berangkat dari hal tersebut Founder dan CEO Assist.id Farly Nur Dewantara terinspirasi.

Baca Juga: Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Dorong Pendapatan, Lewat Penambahan Unit Layanan premium

"Di zaman sekarang ini beberapa stakeholder di kesehatan meminta data, contohnya adalah BPJS dan itu wajib, klinik mesti input setidaknya 2 kali sehingga tidak sedikit klinik yang mesti menambah pegawainya. hal tersebut dapat membuat faskes (fasilitas kesehatan) menjadi stagnant," jelas Farly saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (18/10).

Melalui Assist.id Farly berusaha untuk meng-empower faskes agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas demi memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Mengusung teknologi modern Assist.id memiliki beberapa fitur di antaranya, Clinic Management System yang mencakup Pendaftaran, Antrian, Rekam Medis, Inventory Obat, POS Kasir, Komisi Dokter, Laporan dan lainnya, serta Aplikasi Pasien yang membantu faskes agar dapat meningkatkan pengalaman kunjungan pasien di fasilitas kesehatan.

"Keunggulan Assist.id adalah sistemnya telah terhubung langsung dan bridging ke Asuransi Pemerintah terbesar yaitu BPJS Kesehatan," sambung Farly.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan rebut 2 penghargaan tertinggi di Forum Jaminan Sosial Sedunia

Cakupan wilayah Assist.id saat ini berada di Pekanbaru dan Bandung, sedangkan jumlah klinik yang telah menggunakan Assist.id disebut Farly sudah capai puluhan, namun lebih detilnga ia tak menyebutkan. "Sampai akhir tahun kami targetkan pengguna hingga ratusan," kata Farly.

Assist.id disampaikan Farly dirintis sejak pertengahan 2018, dan soft launch di Januari 2019, Medicaboo sendiri masih ada sebagai added value untuk Assist.id. Selain menargetkan pengguna capai ratusan start up asal Pekanbaru ini akan meluncurkan beberapa fitur terbaru untuk membantu pemilik apotek dan laboratorium.

Untuk menggunakan sistem yang Assist.id tawarkan pemilik klinik hanya perlu merogoh kocek untuk berlangganan mulai dari Rp 299.000 per bulannya. Secara lengkap Assist.id adalah software aplikasi klinik, apotek dan rumah sakit yang membantu dalam mengelola bisnis faskes.

Baca Juga: Mitra Keluarga (MIKA) gandeng Dukcapil untuk hak akses verifikasi pasien

Melakukan pendaftaran pasien baru dan menerima online booking konsultasi dokter menjadi lebih mudah untuk Administrasi klinik. Assist.id juga dapat diintegrasikan dengan bridging BPJS P-Care.

Untuk mempermudah dokter - dokter dalam menyimpan rekam medis (EMR) pasien, software klinik Assist.id juga menyediakan catatan dokter dengan standar ICD 10, catatan perawat, odontogram, upload foto.

Untuk fitur apotek juga merupakan salah satu fitur yang penting dalam pencatatan stok obat, daftar obat, peringatan obat habis, peringatan obat kedaluarsa hingga laporannya yang lengkap.

Baca Juga: Benarkah penunggak iuran BPJS Kesehatan tak bisa perpanjang SIM?

Memiliki prospek yang bagus dalam membantu klinik berkembang dengan pengaturan manajemennya, Assist.id nyatanya tak lepas merasakan tantangan di sektor SDM.

Saat ini Assist.id membutuhkan banyak lagi sumber daya manusia yang sesuai dengan skill dan culture yang diusung. Rencananya awal 2020 akan menjadi waktu Assist.id untuk melebarkan bisnis ke Kalimantan dan Sulawesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×