kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.599   46,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Atur tata ruang, Ahok diminta rangkul pengembang


Minggu, 15 Februari 2015 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana. KONTAN/Muradi/2018/03/13


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Real Estate Indonesia DKI Jakarta Amran Nukman meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengajak pengembang properti mengatur tata ruang Ibu Kota.

Pasalnya, selama ini, Pemerintah Provinsi DKI cuma melimpahkan idenya tanpa mendengar pendapat pengembang properti.

"Perlu duduk bersama, REI DKI sebagai salah satu stake holder di pembangunan DKI, selayaknya diajak duduk bareng sama Pemprov DKI," ujar Amran di Jakarta, Minggu (15/2).

Amran memaparkan saat ini Pemprov DKI membuat aturan, sedangkan pengembang properti hanya disuruh menunggu dan mengerjakan proyek jika ide tersebut sudah muncul. Amran menilai hal tersebut tidak bisa berjalan dengan baik.

"Yang terjadi miss, belum tentu bisa jalan, kita bagi porsi, developer DKI," kata Amran.

Amran mengungkapkan REI sudah bertahun-tahun menjalankan bisnis properti tersebut. Hal yang bisa ditawarkan REI kepada Pemprov DKI adalah desain pembangunan kota yang merata dan tersebar di seluruh Jakarta.

"REI harusnya diajak terlibat dengan pemprov DKI. Kami akan desain, dan asistensikan, karena yang memberi izin Pemprov DKI," jelas Amran. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×